Penunjukan Khatib Khutbah Arafah: Syekh Ali Al-Hudhaifi dari Masjid Nabawi

oleh -3 Dilihat
Penunjukan Khatib Khutbah Arafah: Syekh Ali Al-Hudhaifi dari Masjid Nabawi

KabarDermayu.com – Syekh Ali bin Abdul Rahman Al-Hudhaifi, seorang Imam dan Khatib terkemuka dari Masjid Nabawi, telah dipilih untuk menyampaikan khutbah haji pada puncak ibadah haji tahun 1447 H/2026. Beliau akan menyampaikan khutbah tersebut di hadapan jutaan umat Muslim saat wukuf di Padang Arafah.

Khutbah ini rencananya akan dilaksanakan dari Masjid Al-Namirah di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, yang bertepatan dengan 26 Mei 2026. Penunjukan ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi Syekh Al-Hudhaifi.

Keputusan penting ini disetujui melalui dekrit kerajaan yang dikeluarkan langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Informasi ini diperoleh dari sebuah situs web yang memiliki keterkaitan erat dengan urusan Dua Masjid Suci di Arab Saudi.

Syekh Ali Al-Hudhaifi lahir di Provinsi Mekkah, Arab Saudi, pada tanggal 22 Mei 1947. Beliau dikenal luas di dunia Muslim sebagai salah satu qari Al-Quran dan ulama Islam yang paling dihormati. Reputasinya sebagai cendekiawan agama sangat mendalam.

Baca juga: Manchester United: Temukan Pengganti Casemiro Idaman

Perjalanan akademisnya mencakup kelulusan dalam bidang Syariah dari Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya dan berhasil meraih gelar master serta doktor dalam bidang hukum Islam dari Universitas Al-Azhar yang bergengsi di Mesir.

Sejak tahun 1979, Syekh Al-Hudhaifi telah mengemban amanah sebagai Imam dan Khatib di Masjid Nabawi. Pengabdiannya tidak berhenti di situ, beliau juga pernah memimpin salat Tarawih di Masjidil Haram pada tahun 1981. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Khatib di Masjid Quba. Bacaan Al-Qurannya yang khas dan sangat merdu telah memikat dan menginspirasi umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.

Khutbah yang disampaikan pada tanggal 9 Zulhijah di Arafah memiliki makna yang sangat fundamental dalam rangkaian ibadah haji. Khutbah ini, yang bersumber dari Masjid Namirah, berfungsi sebagai panduan spiritual utama dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang mendalam bagi jutaan jamaah yang berkumpul dari seluruh penjuru dunia.

Diterjemahkan dalam 35 Bahasa

Menjelang pelaksanaan khutbah, Presidensi Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mengumumkan sebuah inisiatif penting. Khutbah Arafah pada puncak ibadah haji tahun ini akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa yang berbeda.

Penerjemahan ini akan disiarkan secara luas melalui berbagai platform digital serta saluran televisi dan radio yang terafiliasi. Tujuannya adalah untuk memastikan pesan khutbah dapat dijangkau oleh umat Muslim di seluruh dunia, terlepas dari bahasa yang mereka gunakan.

Upaya ini diharapkan dapat menyebarkan pesan Islam tentang moderasi dan perdamaian secara lebih efektif. Hal ini dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA), yang menyoroti pentingnya inisiatif ini.

Syekh Abdulrahman Al-Sudais, kepala Presidensi Urusan Agama, menyatakan bahwa inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat Arab Saudi dalam melayani Islam dan umat Muslim. Ia juga menekankan kepedulian pemerintah Saudi terhadap kebutuhan para jemaah haji.

Lebih lanjut, Al-Sudais menambahkan bahwa penerjemahan ini akan memaksimalkan dampak global dari musim haji. Pemanfaatan teknologi modern dan platform digital menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini, memungkinkan pesan-pesan spiritual untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Al-Sudais menjelaskan bahwa proyek penerjemahan khutbah Arafah ini merupakan salah satu inisiatif unggulan dari kepresidenan. Inisiatif ini dibangun di atas pengalaman bertahun-tahun dan bertujuan untuk memperkaya konten keagamaan yang tersedia dalam berbagai bahasa di dunia.

Beliau menegaskan kembali bahwa inisiatif ini sangat penting. Hal ini memungkinkan umat Muslim yang tidak menguasai bahasa Arab untuk tetap dapat memahami dan mengambil manfaat dari pesan spiritual dan kemanusiaan yang terkandung dalam khutbah Arafah.