Perkuat Rupiah: Kadin Dorong Komunikasi & Persepsi Pasar Pemerintah

oleh -3 Dilihat
Perkuat Rupiah: Kadin Dorong Komunikasi & Persepsi Pasar Pemerintah

KabarDermayu.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada perbaikan komunikasi dan pengelolaan persepsi pasar demi memperkuat nilai tukar rupiah yang saat ini tengah mengalami pelemahan.

Wakil Ketua Umum (WKU) Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani, menekankan bahwa pemerintah perlu memperhatikan aspek persepsi publik terhadap kebijakan fiskal, bukan hanya realitasnya.

Menurut Aviliani, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu oleh persepsi negatif pasar yang dapat mengundang masyarakat untuk tidak berbelanja atau menempatkan dana di instrumen investasi lain.

Hal ini, lanjutnya, sangat berbahaya karena dapat memperparah pelemahan nilai tukar rupiah.

Oleh karena itu, Aviliani menyarankan agar pemerintah secara berkelanjutan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat dan pelaku pasar.

Tujuannya adalah untuk membentuk persepsi publik yang positif terhadap pengelolaan fiskal negara.

Aviliani menilai bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini sebenarnya masih dalam keadaan baik, sehingga komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk membentuk persepsi pasar yang positif.

Ia berpendapat bahwa pelemahan rupiah dapat dihindari jika komunikasi pemerintah berjalan dengan baik dan mampu membangun kepercayaan pasar.

Menurutnya, realitas fiskal yang masih kuat perlu didukung oleh persepsi pasar yang positif agar modal asing kembali tertarik masuk ke pasar modal domestik.

Perbaikan komunikasi ini penting agar investor asing kembali berminat masuk melalui pasar modal dan mau membeli obligasi pemerintah yang saat ini banyak dilepas oleh investor asing.

Aviliani yakin bahwa jika persepsi dan kepercayaan pasar dapat dikembalikan, nilai tukar rupiah akan membaik.

Ia menambahkan bahwa kemampuan ekspor Indonesia saat ini belum cukup kuat untuk berdiri sendiri menopang nilai tukar rupiah.

Meskipun devisa hasil ekspor (DHE) sudah masuk, jumlahnya belum mampu menutupi seluruh transaksi asing yang telah keluar dari pasar modal domestik selama ini.

Oleh karena itu, Kadin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis dalam memperbaiki komunikasi dan persepsi pasar untuk stabilitas ekonomi nasional.