Prabowo: Aset Kelolaan Capai Triliunan Dolar

oleh -4 Dilihat
Prabowo: Aset Kelolaan Capai Triliunan Dolar

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini telah berhasil mengelola dana kedaulatan atau aset senilai 1.000 miliar dolar Amerika Serikat.

Menurut Prabowo, nilai aset yang dikelola Indonesia tersebut bahkan melampaui yang dimiliki oleh Arab Saudi dan Singapura.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa dana kedaulatan Indonesia kini menduduki peringkat keenam terbesar di dunia.

“Kita punya sekarang dana kedaulatan, sovereign wealth fund, dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia, aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar, aset yang kita kelola,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia menempati posisi kelima di antara negara-negara dengan aset terbanyak di dunia.

“Saudara-saudara, kita sekarang kelima, kalau di sini kita kelima terbesar di dunia, baru dibentuk tahun 2025. Abu Dhabi bentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norwey 1990, Norwey yang paling besar, negara sangat kecil, tabungannya sangat besar,” jelasnya.

Prabowo menambahkan bahwa posisi Indonesia bahkan berada di atas Qatar, Arab Saudi, dan Singapura dalam hal pengelolaan aset.

“Kita bahkan di atas Qatar, di atas Saudi Arabia, juga di atas Singapura,” sambungnya.

Presiden juga menekankan bahwa manfaat dari pengelolaan aset ini akan terlihat dampaknya dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, menegaskan betapa pentingnya pengelolaan aset ini bagi masa depan Indonesia.

Ia mengatakan bahwa pengelolaan aset ini sangat berguna bagi Indonesia ke depannya.

Baca juga: Dampak Perlambatan Industri Nikel Terhadap Ekonomi Wilayah Tambang

“Jadi boleh juga ini negara kita, kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat, pada saat itu saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 2025, 2026 ini. Jangan sekarang, nanti 20 tahun lagi, saudara nilai apa yang kita buat hari ini, yang kita buat adalah hal-hal mendasar,” tegasnya.