KabarDermayu.com – Proyek rekonstruksi jalan di wilayah Sidodadi-Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, kini menjadi sorotan tajam. Proyek senilai Rp2,8 miliar ini diduga menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga memicu keprihatinan dari berbagai pihak.
Organisasi Lingkungan Hidup (LSM) Harimau menjadi salah satu pihak yang secara aktif menyoroti dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut. Mereka mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan setiap tahapan proyek.
Menurut informasi yang dihimpun, proyek jalan Sidodadi-Mekarjati ini memiliki alokasi anggaran yang tidak sedikit, yaitu mencapai Rp2,8 miliar. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya proyek ini bagi perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Namun, kekhawatiran muncul ketika adanya dugaan bahwa pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. RAB merupakan dokumen penting yang menjadi acuan dalam setiap pelaksanaan proyek, mulai dari jenis material, volume pekerjaan, hingga biaya yang dikeluarkan.
Apabila dugaan ini benar, maka dapat menimbulkan berbagai konsekuensi negatif. Salah satunya adalah potensi penurunan kualitas jalan yang dibangun. Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi atau pengurangan volume pekerjaan dapat membuat jalan cepat rusak.
Kerusakan jalan ini tentu saja akan berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Aktivitas ekonomi masyarakat juga bisa terganggu akibat kondisi jalan yang buruk.
Lebih jauh lagi, penyimpangan terhadap RAB dapat mengindikasikan adanya praktik korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat proyek infrastruktur seharusnya dijalankan dengan prinsip kejujuran dan profesionalisme.
LSM Harimau menyatakan keprihatinan mendalam atas potensi kerugian negara dan masyarakat yang bisa timbul akibat dugaan penyimpangan ini. Mereka berpendapat bahwa setiap anggaran publik harus dikelola dengan sangat hati-hati dan transparan.
Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dari berbagai pihak. Selain masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga penegak hukum juga memiliki peran krusial dalam memastikan proyek berjalan sesuai aturan.
LSM Harimau berencana untuk terus mengawal proses ini dan akan menindaklanjuti dugaan penyimpangan dengan melakukan investigasi lebih mendalam. Mereka berharap agar pihak-pihak terkait dapat memberikan klarifikasi yang jelas mengenai pelaksanaan proyek jalan Sidodadi-Mekarjati.
Tujuan utama dari sorotan ini adalah untuk mendorong agar proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu, khususnya di wilayah Haurgeulis, dapat dilaksanakan dengan standar kualitas tertinggi dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Masyarakat setempat juga diharapkan untuk turut serta dalam mengawasi jalannya proyek. Laporan dan masukan dari masyarakat dapat menjadi sumber informasi berharga untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
Melalui transparansi dan akuntabilitas, diharapkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah dalam pengelolaan anggaran pembangunan dapat terus terjaga. Proyek jalan Sidodadi-Mekarjati ini menjadi ujian bagi semua pihak yang terlibat untuk menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang berkualitas.
LSM Harimau menegaskan bahwa fokus mereka adalah untuk kebaikan bersama, yaitu terciptanya infrastruktur yang memadai dan dapat dinikmati oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama.
Mereka mengimbau agar tidak ada lagi proyek-proyek serupa yang berpotensi menimbulkan kerugian negara akibat penyimpangan dalam pelaksanaannya. Pengawasan dan evaluasi berkala menjadi kunci penting dalam mencegah hal tersebut.
Harapan besar tertuju pada pemerintah daerah untuk dapat memberikan perhatian serius terhadap isu ini. Tindakan tegas dan preventif sangat dibutuhkan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pemerintah daerah juga diminta untuk membuka akses informasi terkait proyek-proyek publik, sehingga masyarakat dapat memantau langsung perkembangannya.
Dengan demikian, proyek rekonstruksi jalan Sidodadi-Mekarjati ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Indramayu agar lebih baik dan terpercaya.





