Purbaya: Kepercayaan China ke RI Tetap Terjaga Meski Ada Keluhan

oleh -4 Dilihat
Purbaya: Kepercayaan China ke RI Tetap Terjaga Meski Ada Keluhan

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah China terhadap Indonesia tetap terjaga dengan baik, meskipun ada beberapa keluhan dari pihak China terkait kebijakan-kebijakan di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, serta perwakilan dari Bank Sentral China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan para investor.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa diskusi yang berlangsung sangat konstruktif dan menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara kedua negara.

“Pemerintah China amat percaya dan sangat mendukung. Diskusi dengan mereka sangat menarik dan konstruktif, menunjukkan kepercayaan China yang besar kepada Indonesia, dan kepercayaan kami kepada pemerintah China juga sama baiknya,” ujar Purbaya di Beijing, Kamis malam, 18 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk mempererat hubungan kerja sama ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Di sisi lain, Pihak China juga menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi riil di Indonesia. Purbaya menyatakan bahwa ia telah memberikan penjelasan dan meyakinkan mereka bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tidak mengalami masalah.

Purbaya mengakui bahwa memang ada sejumlah keluhan dari pelaku usaha China mengenai beberapa kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap menghambat kelancaran bisnis mereka di Tanah Air.

Menanggapi hal ini, Purbaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menindaklanjuti keluhan tersebut dan berkomitmen untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

“Hal itu sudah dijawab oleh Presiden Prabowo, dan Presiden Prabowo akan memperbaiki kondisi investasi agar pemerintah dan investor China dapat berbisnis dengan wajar di Indonesia. Presiden sangat memahami hambatan yang terjadi dalam berbisnis di Indonesia dan sedang dalam proses perbaikan,” jelas Purbaya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memahami permasalahan dan keluhan yang disampaikan oleh para pelaku usaha asal China, dan saat ini sedang berupaya memperbaiki kondisi tersebut di lapangan.

“Sebenarnya kami sudah mengerti apa permasalahannya dan sudah diperbaiki. Namun, terkait keluhan yang belum sepenuhnya beres, mereka mengirimkan kepada kami. Presiden dan kami telah menindaklanjutinya dengan baik. Tentu ada beberapa hal yang memerlukan waktu untuk kembali ke level yang memudahkan bagi beberapa pengusaha China, meskipun sebagian besar perbaikan kami lakukan dengan cepat,” tambah Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia terbuka bagi pengusaha dari negara manapun untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia.

“Semakin banyak yang berinvestasi, akan semakin baik bagi Indonesia. Kebetulan, China adalah salah satu sumber investasi besar yang tidak bisa kita abaikan. Namun, kita juga menerima investasi dari Amerika, Singapura, dan negara lainnya. Jadi, kita melakukan diversifikasi sumber investasi dan pembiayaan agar ekonomi kita tetap dapat tumbuh cepat tanpa mengorbankan prinsip ‘non-alignment’ Indonesia,” pungkasnya.

China diketahui menjadi mitra ekonomi penting bagi Indonesia karena nilai investasi China ke Indonesia pada 2025 mencapai 5,4 miliar dolar AS, atau naik 13,5 persen dibandingkan tahun 2024.

Sementara realisasi investasi asal China pada kuartal pertama 2026 mencapai 2,2 miliar dolar AS atau meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, dengan hampir separuh realisasi investasi itu mengalir ke industri hilirisasi.

China menjadi negara penyumbang investasi terbesar ketiga dalam tiga bulan pertama 2026, setelah Singapura dengan investasi senilai 4,6 miliar dolar AS dan Hong Kong dengan investasi senilai 2,7 miliar dolar AS. (Ant).