Rupiah Melemah ke Rp 17.700: Investor Waspadai Risiko Aturan Ekspor SDA

oleh -5 Dilihat
Rupiah Melemah ke Rp 17.700: Investor Waspadai Risiko Aturan Ekspor SDA

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.673 pada Kamis, 21 Mei 2026. Posisi rupiah ini menguat 12 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.685 pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026.

Sementara itu, pada perdagangan di pasar spot Jumat, 22 Mei 2026 hingga pukul 09.06 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 17.700 per dolar AS. Posisi ini melemah 32 poin atau 0,18 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.668 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa investor cenderung menghindari risiko. Hal ini terjadi setelah Presiden Prabowo mengambil langkah pengetatan aturan ekspor komoditas utama, termasuk minyak sawit, batubara, dan ferroalloy. Pengetatan ini mewajibkan pengiriman melalui satu eksportir milik negara.

Perhatian investor juga meningkat menjelang rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I-2026. Data ini penting mengingat adanya defisit pada kuartal IV-2025 yang dipicu oleh pelebaran kesenjangan harga minyak.

Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai telah melalui pertimbangan matang. Langkah ini diambil sebagai respons pre-emptive yang terukur terhadap dinamika ketidakpastian global.

BI sangat berkepentingan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meskipun kenaikan suku bunga ini akan membebani biaya pinjaman, diharapkan dapat melindungi rupiah dari pelemahan yang lebih dalam.

Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknis untuk mengendalikan permintaan dan arus keluar modal. Hal ini juga menjadi upaya untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Dengan menaikkan suku bunga acuan, BI ingin menegaskan komitmennya untuk menjaga posisi rupiah. Ekspektasi inflasi juga tidak akan dibiarkan meningkat liar, menunjukkan bahwa otoritas moneter masih memegang kendali.

Pemerintah menyadari potensi risiko yang timbul dari kenaikan suku bunga acuan. Meskipun dapat menahan pelemahan rupiah, langkah ini juga berisiko mempermahal biaya dana, menekan kredit, mengerem investasi, serta memberatkan cicilan bagi dunia usaha dan rumah tangga.

Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.660—Rp 17.710.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang Iran berada di “tahap akhir.” Sebelumnya, Trump juga menyebutkan bahwa pembicaraan berjalan baik. Namun, ia memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu aksi militer AS lebih lanjut terhadap Iran, yang membatasi optimisme pasar secara luas.

Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, menyebabkan harga minyak relatif tinggi meskipun terjadi penurunan tajam di awal pekan. Iran memperingatkan terhadap serangan lanjutan dan mengumumkan langkah-langkah penguatan kontrol atas jalur air penting ini. Pada hari Rabu, Iran mengumumkan pembentukan “Otoritas Selat Teluk Persia” yang baru, menyatakan akan ada “zona maritim terkontrol” di Selat Hormuz.

BUMN Khusus Ekspor Bakal Dibentuk, Airlangga Minta Masyarakat Tak Khawatir.

Baca juga: Wabup Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Dugaan Pemerasan Bupati

Menurut Airlangga, seluruh aktivitas ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang selama ini telah beroperasi di sektor batu bara, CPO, maupun feronikel.