Saham BBCA Ambles ke 5.425, Kapitalisasi Pasar Susut, Transaksi Membludak

oleh -5 Dilihat
Saham BBCA Ambles ke 5.425, Kapitalisasi Pasar Susut, Transaksi Membludak

KabarDermayu.com – Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali menjadi sorotan pasar setelah mengalami pelemahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, saham emiten perbankan terbesar di Indonesia tersebut masih bergerak di zona merah dan menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam dibandingkan posisi beberapa pekan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11.21 WIB, saham BBCA diperdagangkan di level Rp5.425 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini sempat menyentuh level terendah Rp5.100 dan tertinggi Rp5.375.

Penurunan tersebut memperpanjang tren koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tekanan jual yang masih berlangsung membuat harga saham BBCA terus bergerak menjauhi level psikologis Rp6.000 yang sebelumnya sempat menjadi area perdagangan utama saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

Turun Lebih dari 10 Persen dalam Dua Pekan

Jika melihat pergerakan dalam beberapa pekan terakhir, pelemahan saham BBCA terbilang cukup dalam. Pada 25 Mei 2026, saham BBCA masih ditutup di level Rp6.100 per saham.

Namun hanya dalam waktu sekitar dua pekan, harga saham tersebut merosot hingga ke level Rp5.425. Artinya, terjadi penurunan sekitar 11 persen dari posisi penutupan 25 Mei 2026.

Berikut pergerakan harga penutupan BBCA dalam beberapa perdagangan terakhir:

  • 25 Mei 2026: Rp6.100
  • 26 Mei 2026: Rp5.975
  • 29 Mei 2026: Rp5.700
  • 2 Juni 2026: Rp5.825
  • 3 Juni 2026: Rp5.525
  • 4 Juni 2026: Rp5.425
  • 5 Juni 2026 (intraday): Rp5.425

Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap saham BBCA belum sepenuhnya mereda. Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, saham ini terus bergerak di bawah level penutupan sebelumnya.

Volume Perdagangan Meningkat Tajam

Di tengah pelemahan harga, aktivitas transaksi saham BBCA justru terpantau sangat tinggi. Hingga pukul 11.21 WIB pada perdagangan Jumat, volume transaksi telah mencapai 297,16 juta saham.

Nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp1,55 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 51.091 kali.

Tingginya aktivitas perdagangan ini menunjukkan bahwa saham BBCA masih menjadi salah satu emiten yang paling aktif diperdagangkan investor di Bursa Efek Indonesia.

Sehari sebelumnya, pada 4 Juni 2026, volume transaksi BBCA bahkan mencapai lebih dari 550 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,96 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu volume perdagangan terbesar BBCA dalam beberapa waktu terakhir.

Kapitalisasi Pasar Masih Jadi yang Terbesar

Meski mengalami penurunan harga yang cukup tajam, BBCA tetap menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, kapitalisasi pasar BBCA tercatat sekitar Rp122,04 triliun. Nilai tersebut masih menempatkan BBCA sebagai salah satu saham unggulan yang menjadi perhatian investor domestik maupun asing.

Fundamental perusahaan juga masih ditopang oleh struktur bisnis yang kuat. BBCA merupakan emiten perbankan yang bergerak di sektor keuangan dengan berbagai lini usaha yang tersebar melalui sejumlah anak perusahaan.

Beberapa anak usaha yang berada di bawah Grup BCA antara lain:

  • PT BCA Finance
  • PT Bank Digital BCA
  • PT Bank BCA Syariah
  • PT BCA Sekuritas
  • PT Asuransi Jiwa BCA
  • PT Asuransi Umum BCA
  • PT Central Capital Ventura

Mayoritas Saham Dikuasai Grup Hartono

Dari sisi kepemilikan saham, BBCA masih didominasi oleh PT Dwimuria Investama Andalan yang menguasai sekitar 54,94 persen saham perseroan.

Sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat melalui kepemilikan saham warkat dan nonwarkat, serta sebagian kecil dimiliki oleh direksi dan komisaris perusahaan.

Saat ini BBCA dipimpin oleh Presiden Direktur Gregory Hendra Lembong dengan Presiden Komisaris Jahja Setiaatmadja.

BBCA Jadi Perhatian Investor

Pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat saham BBCA kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Pasalnya, saham ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu saham unggulan sektor perbankan yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.

Dengan harga yang sempat menyentuh level Rp5.100 pada perdagangan hari ini, investor kini mencermati apakah tekanan jual akan berlanjut atau justru membuka peluang pemulihan pada sesi perdagangan berikutnya.

Hingga menjelang tengah hari, saham BBCA masih bergerak di kisaran Rp5.425 per saham, melanjutkan tren koreksi yang telah berlangsung sejak akhir Mei 2026 dan menjadikannya salah satu saham perbankan yang paling banyak diperhatikan investor pada perdagangan hari ini.