KabarDermayu.com – PT Semen Indonesia Tbk (SIG) menjalin kemitraan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mendorong inovasi dalam pengembangan produk material bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Langkah ini merupakan wujud komitmen SIG untuk mendukung pembangunan nasional yang tidak hanya progresif tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa kebutuhan akan bahan bangunan berkualitas terus meningkat seiring dengan tuntutan pembangunan berkelanjutan.
Hal ini mendorong SIG untuk terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang aplikatif, berbasis riset, dan berorientasi pada solusi.
“Kami merealisasikan inisiatif ini melalui kolaborasi erat dengan BRIN dalam kegiatan riset, invensi, dan inovasi di sektor industri semen serta produk turunannya,” ungkap Indra dalam keterangan persnya di Jakarta pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SIG dan BRIN dilaksanakan oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian.
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “BRIN Goes To Industry 4” yang diselenggarakan di Jakarta.
Indra menekankan bahwa riset memegang peranan krusial dalam menciptakan produk material bangunan yang unggul dan berkelanjutan.
Inovasi riset ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan yang terus berkembang dalam sektor konstruksi.
Oleh karena itu, SIG secara aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak yang relevan, termasuk BRIN, untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi di bidang semen dan produk turunannya.
Lingkup kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari riset untuk menciptakan inovasi produk semen yang aplikatif, hingga pemanfaatan bersama fasilitas sarana dan prasarana penelitian.
Selain itu, kerja sama ini juga meliputi advokasi kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
SIG dan BRIN juga berkomitmen memberikan solusi produk dan jasa yang dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional serta respons terhadap isu perubahan iklim.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi salah satu fokus dalam kolaborasi ini.
Indra menambahkan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis SIG untuk menghadirkan beragam solusi material bangunan yang berkualitas tinggi, bermutu, dan ramah lingkungan.
“Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi SIG yang berfokus pada optimalisasi produk turunan semen dan pengembangan portofolio perusahaan,” jelas Indra.
Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah terjalin sejak Juli 2023.
Pada periode sebelumnya, SIG dan BRIN telah berhasil melaksanakan sejumlah riset penting.
Salah satu hasil riset yang telah dikembangkan adalah beton berkinerja tinggi (high performance concrete) dengan menggunakan semen hidraulis.
Hasil riset lainnya meliputi pengembangan beton swa-sembuh (self healing concrete) yang berfungsi untuk mencegah dan memperbaiki keretakan pada beton.
Selain itu, riset juga dilakukan pada aditif kimia (chemical additives) untuk semen dan beton, serta pengembangan beton hijau (green concrete) yang dirancang khusus untuk infrastruktur di kawasan pesisir dan laut.
“SIG berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui solusi dan inovasi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Indra.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menyambut baik inisiatif “BRIN Goes To Industry” sebagai wadah penting untuk komunikasi.
Program ini menjadi platform bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari industri, lembaga, regulator, hingga masyarakat, untuk bertukar informasi mengenai produk hasil riset dan inovasi.
“Dengan adanya interaksi ini, diharapkan kualitas riset dan inovasi dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak positif yang signifikan,” ujar Amarulla.
Melalui program ini, BRIN secara aktif mendukung implementasi arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dukungan tersebut difokuskan pada penguatan riset dan inovasi yang berorientasi pada harmoni antara manusia, lingkungan, alam, serta budaya.
Baca juga: Tiongkok Menanggapi Penghentian Penjualan Senjata AS ke Taiwan
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong kehidupan sosial yang inklusif dan toleran.





