SPKLU UID Lampung: Ali Masykur Tegaskan Transisi Energi Dekat Masyarakat

oleh -5 Dilihat
SPKLU UID Lampung: Ali Masykur Tegaskan Transisi Energi Dekat Masyarakat

KabarDermayu.com – Komisaris Independen PT PLN, Ali Masykur Musa, melakukan peninjauan terhadap kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Provinsi Lampung. Kunjungan ini menegaskan bahwa transisi energi semakin mendekat ke masyarakat.

Lampung dipilih karena posisinya yang strategis sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera. Hal ini menjadikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di wilayah tersebut sangat krusial.

Dalam rangka kunjungan dan silaturahmi, Ali Masykur Musa mendatangi Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung pada akhir pekan lalu. Di sana, ia meninjau langsung fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia di lingkungan kantor.

Ali Masykur Musa menyatakan apresiasinya terhadap upaya PLN. Ia melihat bahwa PLN tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga aktif membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Menurutnya, transisi energi harus dapat dirasakan secara nyata oleh publik.

“Alhamdulillah, saya berkesempatan melihat langsung kesiapan SPKLU di Kantor PLN UID Lampung. Saya melihat bahwa PLN terus bergerak bukan hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga menyiapkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin dibutuhkan masyarakat. Ini penting karena transisi energi harus terasa nyata, mudah diakses, dan memberi manfaat langsung bagi pelanggan,” ujar Ali.

Selain berdialog dengan jajaran manajemen dan pegawai PLN UID Lampung, Ali juga menyempatkan diri untuk mengamati proses pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU. Ia juga berkesempatan berbincang langsung dengan salah satu pelanggan yang sedang melakukan pengisian daya.

Ali Masykur Musa, yang juga dikenal sebagai cendekiawan Islam, menekankan bahwa SPKLU bukan sekadar fasilitas teknis. Ia melihat SPKLU sebagai bagian integral dari transformasi layanan PLN untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“SPKLU ini bukan hanya tempat mengisi daya kendaraan. Ini adalah simbol bahwa transisi energi sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. PLN harus hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan menuju masa depan energi yang lebih bersih,” jelas Ali.

Ia menambahkan bahwa Lampung memegang peranan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Posisi Lampung sebagai jalur penghubung antara Sumatera dan Jawa membuatnya menjadi lokasi strategis untuk mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan antar kota, logistik, maupun aktivitas harian.

“Lampung ini sangat strategis. Banyak masyarakat melintas dari dan menuju Jawa, juga ada aktivitas ekonomi, pariwisata, dan logistik. Karena itu, kesiapan SPKLU di wilayah seperti Lampung menjadi sangat penting agar masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ali memberikan apresiasi kepada jajaran PLN UID Lampung. Ia menilai bahwa PLN UID Lampung terus berupaya memperkuat layanan kepada pelanggan, baik dalam distribusi kelistrikan maupun pengembangan layanan baru yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Ali menekankan bahwa transformasi PLN harus selalu berpusat pada kebutuhan pelanggan. Hal ini penting agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari setiap inovasi dan layanan yang diberikan oleh PLN.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya. Kalau SPKLU mudah diakses, mudah digunakan, aman, dan pelayanannya baik, maka masyarakat akan semakin yakin bahwa kendaraan listrik adalah pilihan yang rasional dan nyaman,” ucapnya.

Ali juga menyoroti urgensi edukasi publik dalam upaya memperluas adopsi kendaraan listrik. Ia berpendapat bahwa masih banyak masyarakat yang memerlukan informasi yang lebih jelas mengenai berbagai aspek kendaraan listrik, mulai dari cara penggunaan SPKLU, estimasi waktu pengisian daya, biaya, hingga keamanan kendaraan listrik.

Baca juga: Hercules Laporkan Anak Ahmad Bahar Atas Dugaan Penyekapan

Oleh karena itu, ia mendorong PLN untuk terus meningkatkan komunikasi publiknya. Komunikasi ini diharapkan dapat disampaikan secara sederhana, praktis, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Teknologinya sudah ada, infrastrukturnya terus dibangun. Maka tugas berikutnya adalah memastikan masyarakat paham, merasa aman, dan merasakan kemudahan. Edukasi menjadi kunci. Jangan sampai masyarakat menganggap kendaraan listrik itu rumit, padahal ketika dicoba, ternyata sangat praktis,” tutur Ali.

Saat peninjauan berlangsung, Ali berinteraksi langsung dengan pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian daya. Ia menanyakan pengalaman mereka dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk kemudahan dalam menemukan SPKLU dan kenyamanan selama proses pengisian daya.

“Saya tadi juga berbincang dengan pengguna kendaraan listrik yang sedang mengisi daya. Masukan seperti itu penting bagi PLN. Kita harus mendengar langsung pengalaman pelanggan: apakah mudah, apakah nyaman, apakah informasinya jelas. Karena pada akhirnya, keberhasilan layanan SPKLU tidak hanya diukur dari infrastrukturnya, tetapi dari kepuasan dan kepercayaan pelanggan,” jelas Ali.

Ali menyampaikan kepada pelanggan tersebut bahwa masukan dari pengguna sangat berharga bagi PLN. Pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan SPKLU dari waktu ke waktu.

“Kami ingin mendengar langsung dari pengguna. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, apa yang masih perlu ditingkatkan harus menjadi perhatian. Karena keberhasilan ekosistem kendaraan listrik sangat ditentukan oleh pengalaman pelanggan di lapangan,” ujar Ali.

Selain meninjau SPKLU, Ali Masykur Musa juga mengikuti pertemuan dengan jajaran PLN UID Lampung. Dalam pertemuan tersebut, diskusi difokuskan pada penguatan layanan, budaya kerja, transformasi organisasi, serta pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat.

Ali berpandangan bahwa PLN memiliki peran yang sangat besar, tidak hanya dalam memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi melalui pemanfaatan energi.

Oleh karena itu, setiap insan PLN di daerah diminta untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan layanan yang humanis. Hal ini penting untuk menciptakan hubungan yang baik antara PLN dan masyarakat.

“PLN ini bukan hanya perusahaan listrik. PLN adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika listrik andal, ekonomi bergerak. Ketika layanan mudah, masyarakat terbantu. Ketika energi bersih dikembangkan, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” katanya.

Ali menambahkan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. PLN bertugas menyiapkan infrastruktur dan layanan, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, masyarakat mulai membangun kebiasaan baru, dan pelaku usaha turut menggerakkan ekosistem.

“Transisi energi tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada kolaborasi. PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, masyarakat mulai membangun kebiasaan baru, dan pelaku usaha ikut menggerakkan ekosistem. Kalau ini berjalan bersama, kendaraan listrik akan semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” tambahnya.