KabarDermayu.com – Rencana renovasi besar-besaran terhadap Stasiun Gambir telah diungkapkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi.
Stasiun Gambir yang saat ini dikenal sebagai pusat kedatangan dan keberangkatan kereta jarak jauh, nantinya akan memiliki fungsi tambahan.
Fungsi baru tersebut adalah melayani penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line, selain tetap melayani kereta jarak jauh.
“Iya rencananya bisa seperti itu (naik turun KRL),” ujar Dudy Purwagandhi, Rabu, 17 Juni 2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi kepadatan penumpang yang meningkat, Dudy memastikan bahwa renovasi ini tidak akan membuat Stasiun Gambir menjadi semakin sesak.
Ia menjelaskan bahwa area stasiun masih memadai untuk menampung kapasitas penumpang KRL dan kereta jarak jauh secara bersamaan.
Layanan kedua jenis kereta ini akan dioperasikan secara berdampingan dengan penyesuaian kapasitas yang telah diperhitungkan.
Mengenai sumber pendanaan untuk renovasi megah ini, Dudy menegaskan bahwa anggaran tidak akan berasal dari Kementerian Perhubungan.
Pendanaan sepenuhnya akan ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“(Dari) KAI,” pungkas Dudy.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai rencana ini.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta, dihadiri oleh Menhub Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidi.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai agenda penting terkait pengembangan sektor perkeretaapian nasional.
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi modernisasi stasiun dan peningkatan aspek keselamatan dalam perjalanan kereta api.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidi, melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar renovasi Stasiun Gambir segera direalisasikan.
Perintah ini didasari oleh peran strategis Stasiun Gambir sebagai salah satu simpul transportasi vital di ibu kota.
Target penyelesaian renovasi Stasiun Gambir diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun.
Konsep utama renovasi ini adalah menciptakan integrasi antarmoda yang lebih baik, mempermudah perpindahan penumpang antar moda transportasi.
“Satu Gambir. Gambir akan dilakukan renovasi. Kita nanti dalam 2 tahun punya Gambir yang (mengacungkan jempol). Nanti kita integrasikan dengan KRL,” ujar Bobby Rasyidi pada Kamis, 11 Juni 2026.
Selain fokus pada pengembangan Stasiun Gambir, Bobby Rasyidi juga melaporkan perkembangan terkini mengenai percepatan penanganan perlintasan sebidang kepada Presiden.
Upaya ini sangat krusial untuk meningkatkan keselamatan baik bagi pengguna kereta api maupun pengguna jalan raya.
PT KAI melaporkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 172 perlintasan sebidang telah berhasil ditutup.
Selain itu, terdapat 490 perlintasan lain yang sedang dalam proses penanganan penutupan.
“Perlintasan sebidang tadi kita update ke beliau bahwa kita dalam progres cepat untuk perlintasan sebidang ini. Apa lagi ya perlintasan sebidang udah banyak yang udah kita tutup 172 yang udah kita tutup, ada 490 lagi on progress kita tutup.
Sisanya itu 1.148 itu nanti sudah kita mulai untuk progres palang pintu,” imbuh Bobby Rasyidi.





