KabarDermayu.com – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) melakukan ekspansi bisnis dengan meresmikan relokasi Kantor Cabang (KC) baru di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (30 April 2025). Langkah ini merupakan respons strategis untuk memperluas akses keuangan syariah dan mengakselerasi penyaluran pembiayaan di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menjelaskan bahwa kantor cabang baru yang menempati bangunan seluas 1.752 meter persegi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan yang semakin kompleks. Penempatan di kawasan strategis seperti Serpong juga bertujuan memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan Jabodetabek.
“Bank BSN hadir di Kota Tangsel, yang juga merupakan salah satu jantung pusat pertumbuhan ekonomi Jabodetabek untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah,” ujar Alex dalam keterangannya, Kamis (30 April 2025).
Secara nasional, Bank BSN mencatat aset sekitar Rp76,2 triliun per Maret 2026, melayani lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh Indonesia. Relokasi kantor cabang di Serpong ini menandakan kesiapan perseroan dalam menghadapi tantangan pasar serta menangkap peluang pertumbuhan di sektor pembiayaan syariah.
Baca juga di sini: Keluarnya UEA dari OPEC Tidak Berdampak pada Hubungan RI dengan UEA
Bank BSN memfokuskan strateginya pada tiga pilar bisnis utama untuk meningkatkan inklusi keuangan. Ketiga pilar tersebut meliputi penyaluran KPR Subsidi, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui integrasi digital, serta inovasi produk konsumen.
Untuk sektor perumahan, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit secara nasional. Wilayah Tangerang dan sekitarnya diproyeksikan menjadi kontributor utama, mengingat adanya ekosistem pengembang yang solid dari asosiasi seperti REI, APERSI, dan HIMPERA.
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Bank BSN. Melalui aplikasi Bale Syariah, perseroan telah mencatatkan 1,4 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2,7 triliun. Ke depannya, Bank BSN berencana untuk terus bertransformasi menuju layanan full digital.
Alex menambahkan bahwa nasabah nantinya dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari membuka deposito hingga transaksi beli dan gadai emas, hanya melalui aplikasi Bale Syariah tanpa perlu mendatangi kantor cabang. Pengembangan Bale Syariah Korporat juga menjadi bagian dari strategi untuk mendorong ekspansi kredit sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyambut baik kehadiran kantor baru Bank BSN. Ia menilai Bank BSN sebagai mitra strategis yang tepat untuk mendukung Tangerang Selatan dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5,6%.
Benyamin memaparkan bahwa Tangerang Selatan memiliki modalitas ekonomi yang kuat. Sekitar 72% penduduknya berada dalam usia produktif (15-60 tahun) dan memiliki daya beli yang tinggi, dengan pendapatan per kapita mencapai sekitar Rp14 juta, jauh di atas rata-rata nasional.
Dengan potensi tersebut, Tangerang Selatan telah diproyeksikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai kota pendidikan, hunian, perdagangan, dan jasa. Hal ini menjadikan Tangsel sebagai destinasi investasi yang sangat menarik.
“Tangsel adalah destinasi investasi yang sangat menarik. Kami memiliki 12 perguruan tinggi, 30 RS Swasta yang mengarah pada health tourism, dan ribuan UMKM yang menjadi penggerak ekonomi. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat serta pelaku usaha di Tangsel agar kita bisa tumbuh bersama,” jelas Benyamin.
Benyamin juga berharap Bank BSN dapat menjangkau sektor yang belum tergarap secara maksimal, seperti enam pasar tradisional di Tangsel serta komunitas mahasiswa yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang. Dengan ekosistem yang telah terbentuk, mulai dari sektor properti hingga pendidikan, kehadiran Bank BSN diyakini akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Bank BSN berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari pertumbuhan kota melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini didukung oleh infrastruktur perbankan digital yang handal dan jangkauan layanan yang lebih luas.





