Veronica Tan Soroti Keterbatasan Ruang bagi Perempuan Indonesia

oleh -8 Dilihat
Veronica Tan Soroti Keterbatasan Ruang bagi Perempuan Indonesia

KabarDermayu.com – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, menyoroti pentingnya penyediaan ruang dan kesempatan yang setara bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan potensi mereka, terutama dalam industri kreatif.

Pandangan ini disampaikan Veronica Tan saat menghadiri diskusi publik bertajuk Srikandi Inspiring Talk di Lippo Mall Nusantara pada Jumat, 1 Mei 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang berlangsung dari 20 April hingga 17 Mei.

Veronica menekankan bahwa perempuan Indonesia saat ini telah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk berperan strategis di berbagai sektor. Oleh karena itu, fokus dukungan perlu diarahkan pada pembukaan akses yang setara.

“Perempuan saat ini pada dasarnya telah memiliki kapasitas yang mumpuni. Yang dibutuhkan bukan lagi sekadar pemberdayaan, melainkan ruang dan kesempatan yang setara untuk menampilkan potensi diri. Dengan akses yang sama, perempuan dapat bergerak dan tumbuh bersama,” ujar Veronica dalam keterangannya, Minggu 3 Mei 2026.

Baca juga di sini: Iran Tawarkan Dilema ke AS: Militer atau Kesepakatan

Dalam konteks ekonomi kreatif, penguatan peran perempuan juga didorong melalui kolaborasi lintas pihak. Pengelolaan ruang kreatif diharapkan dapat berjalan berdampingan, dikelola secara profesional, dan didukung ketersediaan ruang yang terbuka bagi perempuan untuk berkarya.

Kolaborasi menjadi kunci utama dalam hal ini, melibatkan pemerintah, pengelola, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan semakin banyak perempuan yang terlibat, berkontribusi, dan bergerak bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Pernyataan Veronica Tan menggarisbawahi pergeseran fokus dalam memandang peran perempuan. Jika sebelumnya isu utama berkisar pada akses pendidikan dan pemberdayaan dasar, kini perhatian beralih pada bagaimana perempuan diberi panggung untuk menunjukkan kemampuan, membangun jejaring, dan memimpin inovasi.

Kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi kreatif semakin terlihat jelas. Mulai dari industri fesyen, kriya, kuliner, seni visual, hingga bisnis berbasis komunitas, banyak perempuan menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas budaya dan gagasan baru.

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut menyampaikan apresiasinya terhadap ruang-ruang kolaborasi semacam ini.

“Event bertema Srikandi merupakan inisiatif yang sangat luar biasa. Apresiasi kami sampaikan kepada pihak penyelenggara yang telah menghadirkan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang. Secara khusus, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk berkumpul, saling terhubung, dan melangkah bersama, sehingga dapat terus berkarya dan bersinar,” pungkasnya.

Rangkaian program yang digelar juga menampilkan berbagai karya perempuan melalui pameran seni tekstil, showcase fesyen ramah lingkungan, hingga ruang eksplorasi tanaman dan gaya hidup berkelanjutan. Kehadiran program-program ini menunjukkan bagaimana kreativitas perempuan berkembang lintas bidang dan semakin dekat dengan keseharian masyarakat urban.

Mall Direktur Lippo Mall Nusantara, Hiu Mulyawati, menyatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang mendorong perempuan terus tumbuh dan berdaya.

“Melalui Srikandi Vol. 2, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan untuk terus berkarya, berkembang, dan membentuk karakter yang kuat. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Lippo Mall Nusantara sebagai destinasi gaya hidup modern yang menghadirkan pengalaman berbelanja dan rekreasi yang hangat, dinamis, dan bermakna,” bebernya.

Lippo Mall Nusantara percaya bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membentuk industri kreatif yang lebih dinamis, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.