KabarDermayu.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali memperluas jejaknya dalam menggarap proyek infrastruktur di kawasan Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi. Salah satu proyek prestisius yang tengah dikerjakan adalah renovasi area Ma’taf, yaitu area terbuka yang mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram.
Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya, menjelaskan bahwa proyek konstruksi ini merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME). Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar SAR59 juta atau setara dengan puluhan miliar rupiah.
Proyek renovasi ini bertujuan utama untuk meningkatkan kapasitas daya tampung area Ma’taf. Dengan perluasan ini, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah tawaf dengan lebih tenang dan nyaman, terutama saat jumlah jemaah membludak.
Sebelumnya, kapasitas Ma’taf hanya mampu menampung sekitar 48 ribu jemaah. Setelah renovasi selesai, kapasitasnya akan meningkat drastis hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Bagi Waskita Karya, pengerjaan proyek Ma’taf ini bukan sekadar sebuah proyek konstruksi biasa.
Baca juga: Menhan Ingatkan Anggota Komcad Ancaman dari Dalam Terhadap Birokrasi RI
Ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam menyediakan infrastruktur yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga memiliki manfaat internasional. Terlebih lagi, Masjidil Haram adalah tempat suci dan spiritual yang menjadi kiblat serta tujuan utama umat Muslim dari seluruh penjuru dunia.
Ermy menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya, Waskita Karya menerapkan metode konstruksi yang efisien. Salah satunya adalah penggunaan formwork slab dan cantilever beam. Sistem ini berfungsi sebagai cetakan sementara untuk struktur beton, memastikan presisi sesuai desain sekaligus menghemat waktu dan biaya.
Selain itu, metode bekisting atau cetakan sementara dinding balok juga diaplikasikan menggunakan panel baju. Bagian bawah cetakan ini memanfaatkan triplek dan kayu peri untuk menopang struktur.
Proyek Ma’taf bukanlah satu-satunya jejak Waskita Karya di Arab Saudi. Perusahaan ini juga telah berhasil menyelesaikan sejumlah proyek penting lainnya. Pada tahun 2011, Waskita Karya menggarap King Saud Fitness College dengan nilai kontrak mencapai SAR16 juta.
Sebelumnya lagi, pada tahun 2009, perusahaan ini terlibat dalam pembangunan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh dengan nilai proyek sebesar SAR50 juta. Kemudian, antara tahun 2010 hingga 2012, Waskita Karya membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang megah, terdiri dari 31 lantai.
Jejak karya Waskita Karya di Arab Saudi juga mencakup Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah. Proyek-proyek ini semakin memperkuat reputasi Waskita Karya sebagai kontraktor berpengalaman di kancah internasional.
Pembangunan berbagai proyek di Arab Saudi ini menegaskan posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah memiliki pengalaman selama 65 tahun. Dalam satu dekade terakhir saja, perusahaan ini telah mengerjakan lebih dari 100 proyek infrastruktur.
Ke depannya, Waskita Karya berencana untuk terus melebarkan sayapnya ke proyek-proyek mancanegara, khususnya di Timur Tengah. Strategi utama yang akan ditempuh adalah menjalin kemitraan strategis untuk mempermudah penangkapan peluang dan partisipasi dalam tender proyek infrastruktur di Arab Saudi serta negara-negara lain di kawasan tersebut.
Manajemen Waskita Karya optimis dapat mencapai target ekspansi internasional ini dengan didukung oleh pengalaman dan keahlian yang telah teruji dalam berbagai proyek berskala besar.
“Manajemen Waskita Karya optimis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi serta negara Timur Tengah lainnya.”





