Iran Ajukan 5 Ketentuan kepada AS untuk Lanjut Perundingan

oleh -5 Dilihat
Iran Ajukan 5 Ketentuan kepada AS untuk Lanjut Perundingan

KabarDermayu.com – Iran dikabarkan telah menetapkan lima syarat utama yang harus dipenuhi oleh Amerika Serikat sebelum bersedia melanjutkan perundingan putaran kedua. Informasi ini diperoleh dari sumber yang memahami permasalahan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Fars pada Selasa waktu setempat.

Sumber tersebut menekankan bahwa kelima syarat ini dianggap sebagai jaminan minimum yang krusial bagi Iran sebelum kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Anadolu Agency pada Rabu, 13 Mei 2023, syarat-syarat yang diajukan Iran mencakup beberapa poin penting. Pertama, penghentian total perang di seluruh lini pertempuran, dengan fokus khusus pada situasi di Lebanon. Kedua, pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang telah diberlakukan.

Selanjutnya, Iran menuntut pencairan aset-aset negara yang saat ini dibekukan. Keempat, pemberian kompensasi atas kerugian dan kerusakan yang timbul akibat konflik. Terakhir, pengakuan resmi atas hak kedaulatan Iran di wilayah Selat Hormuz.

Iran juga telah menyampaikan kepada pihak Pakistan, yang berperan sebagai mediator, bahwa keberlanjutan blokade angkatan laut Amerika Serikat di Laut Arab dan Teluk Oman pasca-gencatan senjata semakin memperdalam rasa ketidakpercayaan Teheran terhadap proses negosiasi dengan AS.

Laporan tersebut lebih lanjut menguraikan bahwa kelima syarat ini diajukan semata-mata untuk membangun tingkat kepercayaan minimum yang diperlukan agar pembicaraan dapat dilanjutkan. Teheran meyakini bahwa negosiasi baru tidak akan mungkin mencapai hasil yang konstruktif tanpa adanya implementasi nyata dari syarat-syarat yang telah diajukan.

Menurut pemberitaan Fars, pengajuan kelima syarat ini merupakan respons Iran terhadap proposal 14 poin yang sebelumnya diajukan oleh Amerika Serikat. Laporan tersebut mengklaim bahwa proposal Amerika Serikat tersebut dinilai sangat berat sebelah dan bertujuan untuk mencapai melalui jalur negosiasi apa yang gagal diraih oleh Washington selama masa perang.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel diketahui telah melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Tindakan ini kemudian memicu serangan balasan dari Teheran yang ditujukan kepada Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk konsekuensi penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata akhirnya mulai berlaku pada 8 April, yang difasilitasi melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan yang digelar di Islamabad dilaporkan gagal mencapai kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang spesifik.

Baca juga: 10 Pekerjaan Hijau Paling Dibutuhkan di Masa Depan, Gaji Menarik dan Peluang Besar

Pada hari Minggu, Iran telah mengirimkan tanggapannya terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang, kembali melalui perantara Pakistan. Akan tetapi, Presiden Trump dilaporkan menolak proposal tersebut dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima.