LinkedIn Ikut Lakukan PHK Setelah Meta dan Cloudflare

oleh -8 Dilihat
LinkedIn Ikut Lakukan PHK Setelah Meta dan Cloudflare

KabarDermayu.com – Industri teknologi global kembali menghadapi gelombang efisiensi yang signifikan pada tahun 2026. Setelah periode perlambatan selama dua tahun terakhir, perusahaan-perusahaan teknologi kini kembali gencar melakukan pemangkasan tenaga kerja, seiring dengan fokus yang semakin besar pada pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Terbaru, LinkedIn dilaporkan akan memangkas sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya sebagai bagian dari upaya restrukturisasi organisasi. Berdasarkan laporan Reuters, perusahaan yang dimiliki oleh Microsoft ini akan mulai menginformasikan karyawan yang terdampak mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) pada hari Rabu waktu setempat.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyatakan bahwa pengurangan tenaga kerja ini bertujuan untuk menyelaraskan struktur organisasi dengan area bisnis yang menunjukkan pertumbuhan lebih pesat. LinkedIn saat ini mempekerjakan lebih dari 17.500 karyawan penuh waktu di seluruh dunia, namun belum ada rincian mengenai divisi mana saja yang akan terdampak oleh pemangkasan ini.

Langkah PHK ini diambil di tengah pertumbuhan bisnis LinkedIn yang masih menunjukkan tren positif. Dokumen keuangan Microsoft mencatat bahwa pendapatan LinkedIn mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen pada kuartal terakhir jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini bahkan dilaporkan mengalami percepatan sepanjang tahun 2026.

Namun, LinkedIn bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi pada tahun ini. Industri teknologi global tampaknya kembali memasuki fase gelombang PHK baru setelah sempat mengalami perlambatan pada tahun 2024 dan 2025. Perusahaan pembayaran digital Block, yang didirikan oleh Jack Dorsey, sebelumnya juga telah mengumumkan rencana untuk memangkas hampir separuh tenaga kerjanya.

Selain itu, Cloudflare pekan lalu mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan pengurangan staf sekitar 20 persen. Meta Platforms juga dilaporkan sedang mempersiapkan gelombang PHK tambahan dalam waktu dekat. Meskipun perkembangan AI sering dikaitkan dengan pengurangan tenaga kerja, salah satu sumber Reuters menyebutkan bahwa PHK di LinkedIn tidak secara langsung disebabkan oleh AI yang menggantikan pekerjaan manusia.

Meskipun demikian, perkembangan AI tetap memberikan pengaruh signifikan terhadap arah bisnis perusahaan teknologi global. Banyak perusahaan kini melakukan reorganisasi operasional mereka untuk memfokuskan sumber daya pada pengembangan AI dan peningkatan efisiensi kerja. Penggunaan AI generatif juga semakin meluas di berbagai bidang pekerjaan, termasuk dalam pengembangan perangkat lunak, di mana banyak insinyur kini memanfaatkan AI untuk membantu dalam pembuatan atau penyusunan kode pemrograman.

Di sisi lain, perdebatan mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja masih terus berlangsung. Sebagian eksekutif di industri teknologi berpendapat bahwa AI berpotensi menggeser banyak pekerjaan yang saat ini dilakukan oleh manusia. Namun, pandangan lain meyakini bahwa AI lebih cenderung mengubah pola kerja daripada menghilangkan tenaga kerja secara total.

Data dari Layoffs.fyi menunjukkan bahwa jumlah PHK di sektor teknologi mengalami lonjakan tajam sepanjang tahun ini. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat lebih dari 103 ribu pekerja di sektor teknologi di seluruh dunia telah kehilangan pekerjaan mereka. Angka ini hampir menyamai total PHK sepanjang tahun 2025 yang mencapai lebih dari 124 ribu pekerja.

Platform riset Statista juga melaporkan bahwa total PHK di sektor teknologi mencapai sekitar 81.700 pekerja hanya dalam kuartal pertama tahun 2026. Angka ini merupakan jumlah PHK kuartalan tertinggi sejak awal tahun 2023. Selain itu, sekitar 20 ribu PHK tambahan telah diumumkan dalam enam minggu pertama kuartal kedua tahun ini.

Lonjakan PHK ini menandai berakhirnya periode stabilisasi industri teknologi setelah menghadapi berbagai tekanan pascapandemi dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang efisiensi ini juga mulai merambah ke sektor ritel. Walmart dilaporkan memangkas atau merelokasi sekitar 1.000 karyawan korporatnya setelah perusahaan mengkonsolidasikan sebagian operasi teknologi global dan AI mereka.

Baca juga: 19 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Walmart menyatakan bahwa perubahan ini dilakukan untuk penyelarasan organisasi dan penyederhanaan proses pengambilan keputusan, bukan karena AI secara langsung menggantikan pekerja. Meskipun demikian, peningkatan investasi perusahaan pada AI dinilai tetap mengubah prioritas kebutuhan tenaga kerja di banyak sektor industri teknologi global.