KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa hasil pembicaraan bilateralnya dengan Presiden China, Xi Jinping, menunjukkan kesamaan pandangan kedua negara yang tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Kami juga membahas Iran. Pandangan kami mengenai Iran sangat mirip, kami ingin hal itu berakhir. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir,” ujar Trump dalam sebuah video yang disiarkan oleh televisi pemerintah China, di Zhongnanhai, Beijing, Jumat.
Pernyataan ini disampaikan Trump saat melakukan kunjungan pribadi bersama Xi Jinping ke Zhongnanhai. Kompleks ini merupakan pusat pemerintahan dan kepemimpinan tertinggi di China, yang mencakup kantor presiden, kantor perdana menteri, serta kantor dan kediaman para elit Partai Komunis China. Area ini dikenal sangat tertutup bagi publik dan memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi.
“Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka. Saat ini kami sedang menutupnya. Mereka menutupnya, dan kami menutupnya lagi terhadap mereka. Namun, kami ingin selat itu terbuka, dan kami ingin mereka mengakhiri persoalan ini, karena situasi di sana kacau, agak kacau,” tambah Trump.
Trump menekankan bahwa kondisi tersebut tidak baik dan tidak dapat dibiarkan berlanjut. Ia menegaskan kembali, “Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir.”
Selain isu Iran, Trump juga menyebutkan bahwa ia dan Xi Jinping telah membahas berbagai topik lainnya. Ia merasa bahwa kedua belah pihak memiliki kesepahaman yang kuat. “Dan saya kira kami sangat sependapat. Kami akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut sekarang bersama kelompok yang lebih besar,” imbuhnya.
Trump menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada Presiden Xi dan seluruh perwakilan China. Ia merasa terhormat dapat berkunjung dan menjalin hubungan persahabatan. “Kami telah menjalin hubungan yang bersahabat dengan mereka semua. Mereka orang-orang hebat, merupakan suatu kehormatan berada di sini,” ungkap Trump.
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa kunjungannya ke China ini akan bersifat timbal balik. Ia berharap dapat menunjukkan hal yang serupa di Amerika Serikat. “Kami akan menunjukkan semuanya (di Amerika) secara terbuka, dan mudah-mudahan Anda akan punya kesan yang sangat baik, seperti saya yang sangat terkesan dengan China. Saya hanya ingin mengakhiri dengan mengucapkan terima kasih banyak. Ini benar-benar menjadi dua hari yang luar biasa. Terima kasih banyak,” pungkas Trump.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China, Presiden Xi Jinping menyatakan keyakinannya bahwa China dan Amerika Serikat dapat memperkuat kerja sama demi mendorong pembangunan dan kebangkitan masing-masing negara.
“Kedua negara perlu melaksanakan dengan baik konsensus penting yang telah kita capai, menghargai momentum positif yang tidak mudah diperoleh saat ini, menjaga arah yang tepat, menyingkirkan berbagai gangguan, dan mendorong hubungan kedua negara berkembang secara stabil,” ujar Presiden Xi.
Xi Jinping turut menekankan bahwa kunjungan Presiden Trump kali ini memiliki makna historis dan simbolis yang penting. Ia menilai kedua presiden telah bersama-sama menetapkan posisi baru bagi hubungan China-AS, yaitu sebagai hubungan strategis yang konstruktif dan stabil.
“Keduanya juga telah mencapai konsensus penting mengenai upaya menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang, serta menyelesaikan secara tepat berbagai hal yang menjadi perhatian masing-masing,” jelas Xi.
Selain itu, kedua pemimpin negara sepakat untuk meningkatkan intensitas komunikasi dan koordinasi terkait isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama. Xi Jinping meyakini kunjungan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan saling pengertian, memperdalam rasa saling percaya, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.
“Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa China dan AS dapat hidup berdampingan secara damai, mencapai kerja sama yang saling menguntungkan atas dasar saling menghormati, serta menemukan jalan yang benar untuk berinteraksi. Itulah yang diharapkan oleh rakyat kedua negara dan masyarakat dunia,” ungkap Presiden Xi.
Baca juga: Alonso Dipecat, Bos Madrid Bela dan Buka Jalan untuk Mourinho
Dalam pertemuan bilateral tersebut, turut hadir sejumlah pejabat penting. Dari pihak China, hadir Sekretaris Sekretariat Komite Pusat Partai Komunis China (PKC) Cai Qi, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Sementara itu, dari pihak Amerika Serikat, turut hadir Duta Besar AS untuk China David Perdue, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.





