KabarDermayu.com – Perwakilan Pemimpin Revolusi Iran di Dewan Pertahanan Nasional Tertinggi, Ali Akbar Ahmadian, melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia menekankan bahwa setiap tindakan permusuhan dari kedua negara tersebut terhadap Republik Islam Iran akan mendapatkan balasan yang melampaui batas toleransi mereka.
Menurutnya, keamanan wilayah Iran adalah prinsip yang tidak dapat ditawar. Ia juga mengingatkan “perompak maritim Amerika” yang dianggap mengganggu keamanan pelayaran global dan energi dunia. Ahmadian menegaskan bahwa operasi asimetris gabungan yang kompleks di medan pertempuran akan mengubah situasi secara drastis, sehingga biaya dari keputusan AS dan Israel akan jauh melebihi batas toleransi mereka.
Pernyataan ini bukan sekadar ancaman, melainkan sebuah realitas yang akan segera terwujud. “Insya Allah ini akan menjadi nyata,” tegasnya.
Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya manuver militer Amerika Serikat di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Kehadiran pasukan AS di kawasan ini terus dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas regional dan jalur energi internasional.
Pasukan Iran secara berulang kali telah memberikan peringatan kepada kapal perang AS agar tidak mendekati jalur perairan strategis tersebut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan tetap memegang kendali penuh, sembari memamerkan kapabilitas asimetris canggih melalui latihan rutin rudal dan drone.
Situasi di Selat Hormuz dilaporkan tegang, dengan tidak ada laporan pelayaran komersial yang melintas dalam beberapa jam terakhir. Iran menegaskan hak kedaulatannya atas jalur laut yang vital ini.
Sebelumnya, Laksamana Ahmadian juga pernah menyatakan bahwa Asia Barat adalah “arena bermain” mereka, dan pasukan Iran telah lama berlatih untuk menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.
Kebijakan utama Teheran adalah menolak segala bentuk campur tangan asing. Iran juga berupaya mendorong terciptanya sistem keamanan kawasan yang sepenuhnya dikelola oleh negara-negara di wilayah tersebut, tanpa melibatkan kekuatan luar.
Pernyataan keras ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perintah kepada pasukan Amerika untuk mencoba mematahkan kendali Iran atas Selat Hormuz dan memastikan kapal-kapal komersial dapat melintas di jalur tersebut.
Sebagai respons, IRGC memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer maupun komersial AS untuk melintasi selat tanpa koordinasi dengan otoritas Iran akan dihadapi dengan tindakan cepat dan tegas.
Iran diklaim telah menguasai penuh Selat Hormuz sejak awal eskalasi konflik dengan AS dan Israel yang dimulai pada akhir Februari. Hanya kapal non-hostil yang mematuhi protokol keamanan dari militer Iran yang diizinkan untuk melintas.
Sebelumnya pada hari yang sama, Angkatan Laut Iran dilaporkan menembakkan rudal dan drone sebagai peringatan keras kepada kapal perang AS yang mengabaikan seruan berulang agar tidak mendekati selat tersebut.
Angkatan Laut Iran menyatakan bahwa mereka terpaksa meluncurkan rudal jelajah, drone tempur, dan roket di dekat kapal AS yang mendekat. Tindakan ini dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan perairan Iran.
Baca juga: Banyak Armada Boros BBM, Sistem Monitoring Emisi Jadi Perhatian
Angkatan Laut Iran kembali menegaskan bahwa peluncuran rudal jelajah, drone tempur, dan roket tersebut merupakan respons terhadap kapal perang AS yang mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati selat vital tersebut.





