KabarDermayu.com – FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, serta memiliki daya saing yang lebih kuat.
Kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua ini, program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya, dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta.
Vice President of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan bahwa FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87% pada 2025, dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Melalui FKS Empower, FKS Group berharap dapat menjadi ruang bertumbuh bagi para peserta.
“Kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” ujar Beatrice Susanto, dikutip dari keterangannya pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Baca juga: Rusia Kembalikan 528 Jenazah Tentara Ukraina
Beliau menambahkan, “Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya.”
Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Program kolaborasi ini memberikan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai standar Halal.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat.
Senada itu, Vice President TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya, para peserta dapat berkembang secara mandiri dan memberikan dampak positif ke sekitarnya.
“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan,” ujar Zulhendri.
Beliau melanjutkan, “Sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing.”
Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik. Keempat kelurahan tersebut adalah Kelurahan Romokalisari, Kelurahan Tambak Osowilangun, Kelurahan Tambak Sarioso, dan Desa Karangkiring.
Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya.
Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk kolaborasi strategis antara PT Pelindo Multi Terminal dan FKS Group, yang didampingi oleh PT Sahabat Investasi Indotama atau Social Investment Indonesia. Inilah bukti nyata sinergi antara dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat,” kata Eri.
Beliau berharap, “Harapannya adalah melalui dorongan inovasi produk yang dilakukan, produk tempe, tahu, atau olahan kedelai lainnya yang berasal dari lokasi binaan memiliki nilai tambah yang tinggi dan dapat berdaya saing global atau go international.”





