Peluang LRT Jakarta Capai PIK 2 dan Bandara Soetta

oleh -7 Dilihat
Peluang LRT Jakarta Capai PIK 2 dan Bandara Soetta

KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka kemungkinan pengembangan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta untuk menjangkau kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Lebih jauh lagi, jalur ini diharapkan dapat terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menghadiri peresmian area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara. Ia berbisik kepada CEO Agung Sedayu mengenai potensi pembukaan jalur LRT dari Velodrome hingga PIK 2.

Pengembangan ini merupakan bagian krusial dalam upaya penyempurnaan konektivitas transportasi massal di Jakarta. Tujuannya adalah menciptakan sistem loop atau jalur terintegrasi yang lebih efisien.

Pramono menjelaskan bahwa secara trase atau jalur, pengembangan LRT Jakarta saat ini telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jakarta Utara.

Baca juga: Alasan Xabi Alonso Memilih Melatih Chelsea Ketimbang Liverpool

Saat ini, proyek LRT Jakarta yang sedang berjalan adalah penyambungan jalur dari Velodrome menuju Manggarai. Jalur ini memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 titik stasiun dan nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun.

Pramono optimistis bahwa proyek sambungan Velodrome-Manggarai ini akan rampung dan diresmikan pada Agustus mendatang. Keberadaan jalur ini diharapkan dapat memperkuat integrasi transportasi publik di ibu kota.

Selanjutnya, pengembangan dapat diteruskan ke wilayah Jakarta Utara. Rencananya, jalur LRT akan melintasi Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Ancol.

Jika seluruh jaringan ini terwujud, maka jalur lanjutan yang perlu dipersiapkan adalah sambungan dari Ancol menuju PIK 2, yang kemudian terkoneksi langsung ke Bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian, sistem transportasi Jakarta akan tersambung secara menyeluruh.

Pramono menambahkan bahwa saat ini konektivitas transportasi massal di Jakarta baru mencapai sekitar 93 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya keras menyelesaikan jalur loop yang belum terhubung untuk memudahkan dan mengefisienkan mobilitas masyarakat.

Ia berharap pengembangan proyek ini dapat menjadi tonggak baru dalam penguatan transportasi publik Jakarta. Selain itu, proyek ini juga akan mendukung konektivitas kawasan penyangga hingga akses menuju bandara.

Integrasi antarmoda transportasi ini tidak hanya berpotensi mengurangi kemacetan, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Rencana pengembangan LRT hingga wilayah utara Jakarta dan PIK 2 ini diperkirakan menjadi salah satu proyek strategis jangka panjang Pemprov DKI Jakarta. Tujuannya adalah mewujudkan sistem transportasi yang modern dan terintegrasi di kawasan metropolitan.