KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 18 Mei 2026.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di level Rp 17.496 pada Rabu, 13 Mei 2026. Posisi ini menguat 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.514 pada Selasa, 12 Mei 2026.
Namun, pada perdagangan pasar spot Senin, 18 Mei 2026, hingga pukul 09.08 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 17.658 per dolar AS. Posisi ini melemah 61 poin atau 0,35 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.597 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa sentimen global saat ini rapuh. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kondisi kritis dalam negosiasi dengan Iran.
Pelaku pasar kembali mencemaskan risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan ini berpotensi memicu kenaikan harga minyak dan menambah tekanan pada inflasi energi.
“Perang dengan Iran mulai berdampak pada perekonomian AS karena harga minyak yang lebih tinggi menyebabkan harga bahan bakar menjadi lebih mahal. Para ekonom memperkirakan dampak putaran kedua akan terlihat dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Senin, 18 Mei 2026.
Selain itu, pelaku pasar juga memfokuskan perhatian pada pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing pada 14–15 Mei 2026. Pertemuan ini berpotensi memengaruhi arah ketegangan dagang, rantai pasok global, serta minat investor terhadap aset negara berkembang.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dipastikan akan tetap aktif di pasar domestik meskipun perdagangan sempat terpotong libur panjang. BI akan melakukan stabilisasi secara berkesinambungan di pasar offshore, mulai dari New York, Asia, hingga Eropa.
Ibrahim berpendapat bahwa BI juga akan masuk secara agresif di pasar domestik sejak pembukaan perdagangan 18 Mei 2026. Intervensi ini akan dilakukan melalui pasar valas spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Baca juga: Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.590—Rp 17.660,” pungkasnya.





