Bursa Asia Bergejolak: Trump Batalkan Serangan Iran, Minta Militer AS Lakukan Ini

oleh -10 Dilihat
Bursa Asia Bergejolak: Trump Batalkan Serangan Iran, Minta Militer AS Lakukan Ini

KabarDermayu.com – Bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam pada pembukaan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Fluktuasi pasar di kawasan ini dipicu oleh kabar terbaru mengenai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunda serangan ke Iran yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa para pemimpin militer AS telah diperintahkan untuk membatalkan serangan yang seharusnya dilancarkan ke Iran keesokan harinya. Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Namun, Trump juga menegaskan bahwa jajaran petinggi militer AS harus tetap dalam kondisi siaga. Mereka siap melancarkan serangan besar ke Iran kapan saja apabila upaya negosiasi yang sedang berlangsung tidak menghasilkan kesepakatan yang dianggap memuaskan oleh Amerika Serikat.

“Kesepakatan akan dibuat, uang akan sangat dapat diterima oleh AS serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya. Kesepakatan ini akan mencakup tidak ada senjata nuklir untuk Iran!,” tegas Trump dalam unggahannya.

Meskipun ada gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Iran dilaporkan telah menutup jalur pelayaran strategis tersebut selama kurang lebih tiga bulan. Di sisi lain, Amerika Serikat terus memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang semakin memperparah pasokan energi global.

Mengutip laporan dari CNBC International, indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat menguat 0,68 persen pada saat pembukaan pasar Asia. Sementara itu, indeks Topix menunjukkan lonjakan sebesar 1,16 persen.

Kondisi berbeda terlihat di Korea Selatan, di mana indeks Kospi mengalami penurunan tajam atau anjlok sebesar 1,06 persen. Namun, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil dilaporkan tetap stabil.

Bursa saham Australia, yang diwakili oleh indeks ASX, justru melonjak signifikan sebesar 1,08 persen.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terpantau berada di level 25.558, yang lebih rendah dari angka penutupan terakhir indeks di 25.675,18.

Fluktuasi di bursa Asia ini merupakan respons terhadap pergerakan indeks acuan di bursa Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Indeks S&P 500 tercatat turun 0,07 persen dan ditutup pada level 7.403,05.

Baca juga: Penembakan di Pusat Islam San Diego: 5 Orang Meninggal, Termasuk 2 Pelaku

Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi oleh saham-saham teknologi, juga mengalami koreksi sebesar 0,51 persen dan ditutup pada angka 26.090,73. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup naik 159,95 poin atau 0,32 persen, mencapai 49.686,12.