Rupiah Anjlok: Nilai Tukar Tembus Rp 17.719 Per Dolar AS

oleh -7 Dilihat
Rupiah Anjlok: Nilai Tukar Tembus Rp 17.719 Per Dolar AS

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Rupiah dibuka pada posisi Rp 17.692 per dolar Amerika Serikat dan terus merosot sepanjang sesi perdagangan.

Hingga pukul 10.20 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp 17.719 per dolar AS. Pelemahan ini setara dengan 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp 17.668 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi eksternal maupun internal.

Dari faktor eksternal, salah satu sentimen utama yang mendorong dolar AS menguat adalah meningkatnya kekhawatiran inflasi global. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang terus berlanjut.

Sementara itu, dari sisi domestik, Ibrahim menyoroti pernyataan Presiden Prabowo yang dianggap memicu pelemahan rupiah. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat di pedesaan tidak menggunakan dolar AS dalam transaksi sehari-hari.

Menurut pandangan Ibrahim, pernyataan tersebut menyiratkan bahwa dampak kenaikan nilai dolar AS tidak secara langsung dirasakan oleh sebagian besar masyarakat pedesaan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memang sempat menyatakan bahwa di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan membuat banyak negara panik, kondisi Indonesia justru masih terpantau stabil dan baik-baik saja. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan dan energi Indonesia masih terjaga.

Ibrahim menyayangkan kurangnya arahan yang tepat dari lingkungan sekitar Presiden, terutama sekretariat kabinet, dalam merumuskan pidato presiden sesuai dengan protokol yang berlaku.

Ia berpendapat bahwa hal ini perlu menjadi koreksi bagi sekretariat kabinet agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ibrahim juga mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama pernyataan serupa dari Presiden Prabowo yang menimbulkan sentimen pasar, seperti sebelumnya saat ia menyatakan bahwa bermain saham adalah judi.

Baca juga: Peradi dan Advokat Singapura Perkuat Kerjasama Proyek Infrastruktur

Meskipun fluktuatif, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah akan ditutup pada kisaran Rp 17.660 hingga Rp 17.720 per dolar AS pada hari itu.