Penembakan Masjid San Diego Tewaskan Lima Orang, Trump Sebut Mengerikan

oleh -9 Dilihat
Penembakan Masjid San Diego Tewaskan Lima Orang, Trump Sebut Mengerikan

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut insiden penembakan di sebuah masjid di San Diego sebagai “situasi yang mengerikan.” Pernyataan ini disampaikan setelah dua orang bersenjata menewaskan tiga orang di Pusat Islam San Diego pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Trump mengungkapkan bahwa ia telah menerima informasi awal mengenai kejadian tersebut. Ia berjanji akan meninjau kasus ini secara sangat cermat. “Di masjid, mereka sedang memberikan pengarahan. Ini situasi yang mengerikan,” ujar Trump kepada awak media.

Gubernur California, Gavin Newsom, menyatakan keterkejutannya atas serangan tersebut. Ia dan istrinya, Jennifer Siebel Newsom, menyampaikan dukungan penuh kepada komunitas Muslim di San Diego.

“Jennifer dan saya sangat terkejut atas serangan kekerasan hari ini di Pusat Islam San Diego, tempat keluarga dan anak-anak berkumpul, dan tetangga beribadah dengan damai dan penuh persaudaraan,” kata Newsom dalam sebuah pernyataan resmi.

Gubernur Newsom juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban. Ia memastikan bahwa personel dari Patroli Jalan Raya California dan Kantor Layanan Darurat Gubernur telah dikerahkan untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan bantuan yang diperlukan dari tingkat negara bagian.

“California menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan komunitas yang terdampak oleh penembakan hari ini,” tegas Newsom.

Lebih lanjut, Newsom menekankan bahwa para jemaah seharusnya tidak pernah merasa takut akan keselamatan jiwa mereka saat beribadah. “Kebencian tidak memiliki tempat di California, dan kami tidak akan mentolerir tindakan teror atau intimidasi terhadap komunitas beragama,” tambahnya.

Kecam Islamofobia

Baca juga: Gojek: Potongan Aplikator Maksimal 8%, Tak Ada Kenaikan Harga GoRide

Secara terpisah, Wali Kota San Diego, Todd Gloria, mengutuk keras kekerasan yang didorong oleh kebencian. Ia berjanji bahwa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini akan menghadapi tuntutan hukum dengan kekuatan penuh dari aparat penegak hukum.

“Tidak seorang pun di kota kita seharusnya hidup dalam ketakutan karena identitas mereka, keyakinan mereka, atau tempat belajar mereka,” tegas Gloria dalam sebuah konferensi pers.

Wali Kota Gloria juga menyayangkan bahwa serangan ini terjadi menjelang periode penting dalam kalender Islam. Serangan tersebut terjadi menjelang Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, serta ibadah haji tahunan umat Muslim ke kota suci Mekkah di Arab Saudi.

“Kebencian tidak memiliki tempat di San Diego. Islamofobia tidak memiliki tempat di San Diego. Serangan terhadap warga San Diego mana pun adalah serangan terhadap semua warga San Diego, dan kami tidak akan mentolerirnya,” pungkas Gloria.

Sebelumnya, tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan di sebuah masjid di San Diego, California, pada hari Senin. Dua tersangka remaja kemudian ditemukan tewas di dekat lokasi kejadian. Pihak kepolisian menduga insiden ini merupakan kejahatan kebencian yang menargetkan suatu kelompok.

Serangan terhadap Pusat Islam San Diego terjadi setelah ibu dari salah satu tersangka menghubungi polisi. Ia melaporkan bahwa anaknya telah melarikan diri bersama seorang teman, membawa beberapa senjata, dan mengenakan pakaian kamuflase. Sang ibu juga memperingatkan bahwa kedua remaja tersebut mungkin akan melakukan tindakan bunuh diri.

Petugas kepolisian sedang dalam proses pencarian kedua remaja tersebut ketika laporan mengenai penembakan di kompleks masjid diterima.