KabarDermayu.com – Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara, sejalan dengan negara-negara seperti Singapura, Brunei, Filipina, dan Malaysia. Hal ini didukung oleh ekosistem yang terus berkembang pesat.
Namun, riset menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia masih didominasi oleh otomatisasi dasar, mencapai 90 persen. Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya penguatan talenta dan ekosistem kewirausahaan berbasis AI untuk meningkatkan daya saing bangsa di era digital.
Menjawab tantangan tersebut, Sinar Mas Land dan UD IMPACT menjalin kerja sama strategis untuk meluncurkan AI Entrepreneurship Academy di BSD City. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, dan Dion Park, Director of Indonesia UD IMPACT Inc., pada 19 Mei 2026 di Biomedical Campus, BSD City.
Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk menjadikan BSD City tidak hanya sebagai pusat hunian dan bisnis global, tetapi juga sebagai inkubator wirausaha berbasis AI dan pencetak talenta digital unggul di Indonesia.
Irawan Harahap menyatakan bahwa BSD City telah berkembang menjadi kawasan yang mengintegrasikan institusi pendidikan, komunitas bisnis, dan ekosistem digital. Kolaborasi dengan UD IMPACT memperkaya inisiatif mBrace (Make BSD Research and AI Center of Excellence), sebuah pusat riset dan AI yang bertujuan mendorong BSD City menjadi pusat inovasi dan lahirnya wirausahawan muda berbasis AI.
Kehadiran program ini menjadi bukti kesiapan ekosistem universitas di BSD City dalam menghasilkan solusi teknologi yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Program ini akan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut.
Baca juga: Polisi Gadungan Rampas Motor dan Peras Korban Saat Razia Narkoba di Tanjung Priok
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak secara resmi memulai kolaborasi dalam program AI Entrepreneurship Academy. Program ini akan diawali dengan penyelenggaraan BSD City AI Hackathon pada kuartal ketiga 2026.
Program perdana ini akan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas ternama di Kawasan BSD City. Di antaranya adalah Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Monash University Indonesia.
Dion Park menambahkan keyakinannya bahwa calon wirausahawan terbaik Asia Tenggara saat ini berada di bangku kuliah. Mereka membutuhkan lebih dari sekadar kurikulum AI; mereka memerlukan ruang untuk bereksperimen, mentor berpengalaman, dan akses ke ekosistem global.
Melalui AI Entrepreneurship Academy di BSD City, UD IMPACT ingin membuktikan kesiapan ekosistem universitas di kawasan tersebut dalam melahirkan startup AI masa depan. Tim yang berhasil lolos inkubasi akan mendapatkan akses ke Asia Growth Track mulai 2027.
Asia Growth Track akan membuka jaringan di Korea melalui TIPS Town dan Busan City, Jepang melalui Underdogs Tokyo, serta India dan Asia Selatan melalui Underdogs Delhi. Dukungan ini mencakup market entry dan cross-border matching, mempersiapkan startup Indonesia untuk bersaing di tingkat regional.
AI Entrepreneurship Academy akan dimulai dengan BSD City AI Hackathon. Ini adalah program intensif selama empat minggu yang terdiri dari online pre-camp dan onsite hackathon di BSD City. Peserta akan dibekali dasar AI, pengembangan solusi teknologi, hingga pembuatan Minimum Viable Product (MVP) berbasis AI untuk menjawab permasalahan nyata.
Peserta terbaik dari hackathon ini akan mendapatkan kesempatan mengikuti program inkubasi lanjutan. Fokusnya adalah pengembangan startup, validasi model bisnis, pendampingan mentor, dan koneksi dengan investor hingga tahap Demo Day.
Selain hackathon, AI Entrepreneurship Academy juga menghadirkan “Regular Startup Program”. Kelas lanjutan ini terbuka untuk publik dan peserta hackathon, menawarkan materi yang lebih mendalam dan aplikatif.
Program ini dirancang agar para peserta tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan ide. Mereka juga akan diajak memahami pasar, menguji potensi bisnis, hingga mengeksekusi inovasi berbasis AI menjadi usaha yang nyata dan berkelanjutan.
Melalui kedua program ini, AI Entrepreneurship Academy diharapkan mampu mencetak talenta-talenta kewirausahaan berbasis AI yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.
Sebagai tuan rumah AI Entrepreneurship Academy, BSD City adalah kota mandiri seluas sekitar 6.000 hektare yang terus berkembang menjadi integrated smart digital city. Kawasan ini mengintegrasikan ekosistem hunian, bisnis, pendidikan, teknologi, dan gaya hidup dalam satu lokasi terpadu.
Pengembangan kota ini didukung oleh berbagai infrastruktur dan solusi berbasis teknologi. Termasuk jaringan fiber optik berkapasitas tinggi, implementasi Internet of Things (IoT), sistem keamanan dan monitoring kawasan berbasis digital, hingga pengembangan layanan kota berbasis data.
Semua ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi mobilitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Melalui pengembangan infrastruktur digital, konektivitas berkecepatan tinggi, serta kolaborasi dengan berbagai perusahaan teknologi global, BSD City terus memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.





