Dolar Pernah Sentuh Rp16.295 di 2024, Sikap Jokowi Kembali Jadi Perhatian

oleh -7 Dilihat
Dolar Pernah Sentuh Rp16.295 di 2024, Sikap Jokowi Kembali Jadi Perhatian

KabarDermayu.com – Pernyataan lama Presiden Joko Widodo mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada tahun 2024 kembali menjadi sorotan publik. Pada saat itu, nilai tukar rupiah tercatat berada di angka Rp 16.295 per dolar AS.

Presiden Jokowi, saat ditemui awak media, menjelaskan bahwa pelemahan kurs rupiah bukan hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga negara-negara lain di seluruh dunia. Ia menekankan adanya tekanan dari dolar yang melanda banyak negara akibat ketidakpastian global.

“Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama tertekan oleh yang namanya dolar, kursnya. Ketidakpastian global sekarang ini menghantui semua negara,” ujar Jokowi kala itu.

Baca juga: Profil Timnas Jerman 2026: Wajah Baru Der Panzer Pasca Muller & Kroos

Lebih lanjut, Jokowi berpendapat bahwa kurs rupiah pada kisaran Rp 16.200 hingga Rp 16.300 per dolar AS masih berada pada posisi yang moderat. Menurutnya, angka tersebut masih dapat dianggap baik mengingat kondisi ketidakpastian global yang tengah menekan berbagai mata uang.

“Tapi menurut saya kalau masih di angka Rp 16.200-16.300 masih pada posisi yang baik lah,” tegasnya.

Pernyataan Jokowi yang diungkapkan pada tahun 2024 ini kembali diperbincangkan setelah munculnya pernyataan dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto, terkait pelemahan nilai tukar rupiah. Akhir pekan lalu, Prabowo meminta masyarakat untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata Prabowo pada Sabtu, 16 Mei lalu, saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur.

Prabowo mengemukakan bahwa dampak pelemahan nilai tukar rupiah lebih terasa bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri dan para pengusaha. Ia menyampaikan harapannya agar masyarakat tetap memiliki kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi nasional.

“Yang pusing itu yang suka keluar negeri, pengusaha. Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data per Selasa, 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menyentuh angka Rp 17.713. Angka ini merupakan kelanjutan dari posisi Rp 17.668 pada hari sebelumnya, Senin, 18 Mei 2026.