KabarDermayu.com – Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk menjaga kesucian ibadah haji dari segala bentuk eksploitasi. Penegasan ini disampaikan seiring dengan kedatangan lebih dari 1,5 juta jemaah dari berbagai negara dan berhasil dibongkarnya ratusan kampanye haji ilegal di seluruh wilayah Kerajaan.
Pernyataan tegas ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Pusat Operasi Keamanan Terpadu (911) di Mekkah pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, para pejabat tinggi keamanan haji memaparkan berbagai rencana strategis, mulai dari aspek keamanan, lalu lintas, hingga pengaturan organisasi untuk menyukseskan musim haji 1447H.
Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Mohammed Al-Bassami, menyatakan bahwa seluruh sistem keamanan haji telah siap sepenuhnya untuk menjalankan tugasnya. Tujuannya adalah memastikan para jemaah dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat.
Baca juga: Seskab Teddy & Bos Gojek: Nasib Ojol Dibahas
Al-Bassami juga mengimbau kepada seluruh jemaah agar dapat memfokuskan perhatian sepenuhnya pada ibadah. Ia menjelaskan bahwa rencana pengelolaan kerumunan massa dirancang secara cermat. Fokus utamanya adalah pada pengaturan arus pergerakan, distribusi kepadatan kerumunan, serta meminimalkan potensi tumpang tindih rute pergerakan.
Teknologi canggih turut diintegrasikan dengan personel keamanan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan haji. Sistem ini juga berperan penting dalam mendeteksi kampanye haji palsu serta para pelanggar aturan.
Lebih lanjut, Al-Bassami mengungkapkan bahwa otoritas Arab Saudi telah berhasil membongkar lebih dari 217 kasus penawaran haji ilegal di berbagai wilayah. Selain itu, sebanyak 7.733 pelanggar hukum yang meliputi pelanggaran kependudukan, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan, yang mencoba memasuki Mekkah secara ilegal, telah dideportasi.
Pihak berwenang juga tercatat telah menolak masuknya 366.000 individu yang tidak memiliki izin resmi di berbagai titik masuk menuju Mekkah. Ribuan kendaraan tidak sah yang digunakan untuk mengangkut para pelanggar juga berhasil dicegat.
Al-Bassami menambahkan, berdasarkan indikator di lapangan, terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat kepatuhan masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari penurunan jumlah pelanggar dan deportasi sebesar 44 persen, penurunan penawaran haji palsu sebesar 12 persen, dan pengurangan pelanggaran terkait peraturan kependudukan dan perbatasan sebesar 33 persen.
Komandan Pasukan Darurat Khusus, Letnan Jenderal Mohammed Al-Omari, menjelaskan bahwa rencana keamanan yang diterapkan bersifat terintegrasi, proaktif, dan fleksibel. Pasukan keamanan telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, termasuk Masjid Namirah, Jabal Al-Rahmah, dan fasilitas Jamarat. Penempatan ini bertujuan untuk mengatur pergerakan massa secara efektif dan menjaga keamanan selama puncak ibadah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Paspor, Mayor Jenderal Dr. Saleh Al-Murabba, mengumumkan bahwa hingga Jumat sore, tercatat lebih dari 1,518 juta jemaah telah tiba dari luar negeri. Mayoritas dari mereka, yaitu lebih dari 1,457 juta jemaah, tiba melalui jalur udara di berbagai bandara Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pertahanan Sipil, Mayor Jenderal Dr. Hamoud Al-Faraj, menambahkan bahwa langkah-langkah keamanan preventif telah ditingkatkan secara signifikan. Integrasi teknologi modern dan sistem kecerdasan buatan (AI) dilakukan untuk memantau potensi risiko dan memperkuat kemampuan respons cepat tim keamanan selama musim haji berlangsung.





