Penyebab Blackout Sumatera Terungkap: PLN Jelaskan Alasan

oleh -10 Dilihat
Penyebab Blackout Sumatera Terungkap: PLN Jelaskan Alasan

KabarDermayu.com – PT PLN (Persero) akhirnya mengungkap penyebab terjadinya pemadaman listrik massal atau “blackout” yang melanda sebagian wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei, sejak pukul 18.44 WIB.

Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, insiden tersebut disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berimbas pada sebagian besar sistem kelistrikan di Pulau Sumatera.

Gangguan pada jalur transmisi tersebut berdampak luas dan menyebabkan penurunan frekuensi. Hal ini dipicu oleh beban berat pada pembangkit, yang kemudian memicu efek domino gangguan di berbagai wilayah.

Darmawan menjelaskan bahwa sejak awal gangguan terjadi, tim PLN langsung bergerak cepat untuk melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.

Dalam kurun waktu kurang lebih dua jam, jaringan transmisi yang mengalami gangguan berhasil dipulihkan kembali.

Setelah berhasil memulihkan jaringan transmisi, fokus utama PLN beralih pada pengoperasian kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak.

Proses penyalaan kembali pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap, dengan tetap memprioritaskan keamanan sistem kelistrikan secara keseluruhan.

Pembangkit yang berbasis energi hidro dan gas mampu memberikan suplai daya kepada sistem dengan cepat, membantu mempercepat proses pemulihan awal.

Namun, pembangkit jenis thermal, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), memerlukan waktu yang lebih lama untuk kembali beroperasi penuh.

Proses start-up, sinkronisasi, hingga operasi penuh pembangkit thermal dapat memakan waktu antara 15 hingga 20 jam.

Pemulihan sistem kelistrikan Sumatera dilakukan secara simultan, meliputi perbaikan pada jaringan transmisi, gardu induk, hingga pembangkit.

Untuk mendukung upaya pemulihan ini, PLN mengerahkan ratusan personel yang bekerja tanpa henti selama 24 jam.

Baca juga: Penindakan Pidana Korporasi Pencemar Lingkungan Didukung, Perusakan Ekologis Dianggap Kejahatan Berat

Personel tersebut disebar di berbagai wilayah yang terdampak, mencakup Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.