KabarDermayu.com – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dan sempat ditahan oleh militer Israel telah dilaporkan tiba kembali di tanah air. Kedatangan mereka disambut di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu sore, 24 Mei 2026.
Salah satu relawan WNI, Ronggo, membagikan pengalamannya mengenai detik-detik mencekam saat kapal yang mereka tumpangi dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Peristiwa pencegatan itu terjadi pada awal pekan ini.
“Mulai di-intercept itu tanggal 19 Mei. Ada kapal militer menghampiri kapal kami, lalu ada dua speedboat bersenjata. Kapal kami di-intercept, dibajak, dirusak,” ungkap Ronggo, mengutip informasi dari laman ANTARA pada Minggu, 24 Mei 2026.
Ronggo menjelaskan bahwa para relawan GSF dari berbagai negara kemudian dipaksa untuk berpindah ke kapal militer Israel, yang berujung pada penahanan mereka. Selama dalam penahanan oleh militer Israel, Ronggo mengaku para relawan mengalami perlakuan kasar.
“Kami mendapatkan pukulan, tendangan di kapal militer. Lalu dipindahkan lagi ke Pelabuhan Ashdod untuk mengurus imigrasi, dan di sana kami mendapatkan pukulan kembali,” tuturnya.
Perlakuan kekerasan ini, lanjutnya, tidak hanya dialami olehnya, tetapi juga oleh hampir seluruh relawan dan aktivis Gaza Freedom Flotilla yang berasal dari berbagai negara. “Penyiksaan, kekerasan terus dilakukan oleh tentara Zionis. Hampir terhadap 400-an orang itu mendapatkan perlakuan yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, jurnalis Republika yang juga merupakan relawan Global Sumud Flotilla, Thoudy Badai, menyatakan rasa syukurnya atas keselamatan dirinya dan delapan WNI lainnya saat kembali ke Indonesia. Ia menambahkan bahwa pengalaman yang mereka alami tidak sebanding dengan penderitaan yang dihadapi oleh warga Palestina, terutama para tahanan.
“Apa yang saya alami dan teman-teman alami, kekerasan dan kesedihan yang dilakukan Zionis Israel itu tidak sebanding dengan apa yang dialami ribuan tahanan Palestina, yang kebanyakan anak-anak, ibu-ibu, dan ibu hamil,” ujar Thoudy.
Lebih lanjut, Thoudy Badai mengajak masyarakat internasional untuk terus memberikan dukungan dan menyuarakan isu kemerdekaan Palestina. Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan dorongan bagi Palestina untuk terus berjuang meraih kemerdekaan.
“Saya harap semua masyarakat di dunia tetap dukung, tetap suarakan isu Palestina karena dengan begitu bisa mendorong Palestina untuk terus merdeka,” pintanya.
Baca juga: Persija Tim Terbaik Tandang: Kata Mauricio Souza
Ronggo menambahkan bahwa selama berada di Pelabuhan Ashdod, semua sandera dipindahkan ke lokasi penahanan di Negev, sebuah wilayah di selatan Israel. Setelah itu, mereka dibebaskan dan diterbangkan melalui Bandara Ben Gurion menuju Yordania sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.





