Jutaan Peziarah Menuju Mina pada Hari Tarwiyah, Jemaah Haji Indonesia Langsung ke Arafah

oleh -8 Dilihat
Jutaan Peziarah Menuju Mina pada Hari Tarwiyah, Jemaah Haji Indonesia Langsung ke Arafah

KabarDermayu.com – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan kesiapan operasional penuh untuk fase puncak ibadah haji tahun 2026. Jutaan jemaah haji mulai bergerak dari akomodasi mereka di Mekkah menuju Mina pada Senin pagi, 25 Mei 2026. Pergerakan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji melalui momentum Hari Tarwiyah, yaitu hari ke-8 bulan Zulhijah.

Di Mina, para jemaah haji akan melaksanakan ibadah mabit atau bermalam. Selama di Mina, jemaah akan mendirikan salat Zuhur, Ashar, dan Isya dengan cara dijamak qasar (diringkas). Sementara itu, salat Maghrib yang tidak dapat diringkas akan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Jemaah akan menghabiskan malam di tenda-tenda Mina pada Senin malam. Keesokan harinya, setelah menunaikan salat Subuh, mereka akan meninggalkan Mina untuk melanjutkan perjalanan menuju Arafah. Di Arafah inilah puncak ibadah haji, yaitu wukuf, akan dilaksanakan.

Berbeda dengan mayoritas jemaah haji dari negara lain, jemaah haji Indonesia dijadwalkan untuk diberangkatkan langsung dari hotel menuju Arafah pada Senin pagi. Pemberangkatan jemaah haji Indonesia ini akan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang. Jadwal keberangkatan adalah pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

Sementara itu, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal ke Arafah pada hari Minggu. Tugas mereka adalah memastikan semua kesiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah sempurna. Ini mencakup pemeriksaan akhir tenda, ketersediaan konsumsi, kelancaran transportasi, kesiapan layanan kesehatan, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.

Menurut laporan dari SaudiGazette pada Senin, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan bahwa seluruh persiapan di lapangan, termasuk sistem transportasi dan layanan perkemahan di Kota Tenda Mina, telah rampung. Kesiapan ini ditujukan untuk menyambut kedatangan jemaah dari seluruh penjuru dunia.

Diperkirakan, ratusan ribu jemaah domestik akan bergabung dengan lebih dari 1,5 juta jemaah dari luar negeri yang telah tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Para jemaah bergerak dari tempat tinggal mereka di Mekkah menuju Mina sambil melantunkan talbiyah, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang telah mempraktikkan Tarwiyah.

Baca juga: Gaji ke-13 ASN Juni-Juli 2026: Intip Besarannya

Untuk memastikan kelancaran pergerakan jemaah, Kementerian Haji telah menerapkan sebuah sistem terpadu. Sistem ini dirancang untuk mengatur mobilitas jemaah menuju perkemahan dan sekaligus memantau kualitas layanan di kawasan suci. Pelaksanaan sistem ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai lembaga dan otoritas terkait.

Pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari titik keberangkatan jemaah di hotel dan penginapan di Mekkah hingga mereka tiba di lokasi perkemahan Mina. Pemerintah Arab Saudi juga menyediakan berbagai layanan pendukung, termasuk bimbingan, pengarahan, dan pengaturan distribusi jemaah sesuai dengan rencana operasional haji tahun 2026.

Selain itu, kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi juga dilaporkan telah memasuki tahap operasional penuh. Pemerintah secara aktif memperkuat pemantauan di lapangan guna mendeteksi dan menangani setiap potensi persoalan dengan cepat. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan seluruh jemaah selama berada di Mina.

Seluruh sistem yang diterapkan saling terhubung dengan pusat pengendalian kerumunan, operasi gabungan, pusat pemantauan, hingga pusat kepatuhan layanan. Tim lapangan dilengkapi dengan informasi dan koordinasi secara real-time untuk mengantisipasi kendala yang dapat mengganggu arus pergerakan jemaah maupun kualitas pelayanan.

Kementerian Haji Arab Saudi juga mengungkapkan bahwa sejak awal bulan Zulqodah, pihaknya telah melaksanakan lebih dari 83 ribu inspeksi dan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas pelayanan haji. Pemeriksaan ini mencakup hotel jemaah, pusat layanan, perkemahan di Mina, serta berbagai lokasi operasional lainnya.

Tujuan dari pemeriksaan mendalam ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas telah memenuhi standar kesiapan dan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji dari seluruh dunia. Hal ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk memberikan pengalaman ibadah haji yang lancar dan bermakna.