Arab Saudi Kendalikan Panas Ekstrem Saat Haji

oleh -10 Dilihat
Arab Saudi Kendalikan Panas Ekstrem Saat Haji

KabarDermayu.com – Arab Saudi mengambil langkah proaktif untuk melindungi jemaah haji dari gelombang panas ekstrem yang diprediksi melanda Mekkah dan wilayah sekitarnya saat puncak ibadah haji. Otoritas setempat telah mengimplementasikan berbagai strategi perlindungan dan layanan kesehatan untuk memastikan keselamatan para peziarah.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan suhu di Mekkah dapat mencapai 47 derajat Celcius, sementara di Madinah diprediksi menyentuh 44 derajat Celcius. Kondisi ini bertepatan dengan pelaksanaan ritual puncak ibadah haji yang dimulai pada Senin, 25 Mei 2026.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi secara khusus mengimbau para jemaah untuk senantiasa menggunakan payung. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif sebagai tindakan pencegahan terhadap kelelahan akibat panas, sengatan matahari, dan dehidrasi, terutama saat melakukan perjalanan antar lokasi ibadah.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa payung tidak hanya memberikan keteduhan. Penggunaannya mampu menurunkan suhu udara di sekitar jemaah hingga 10 derajat Celcius, sehingga dapat meringankan beban fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul prediksi kondisi cuaca yang sangat panas sepanjang hari di rute-rute yang menghubungkan Madinah, Mekkah, dan tempat-tempat suci. Pergerakan jutaan jemaah diperkirakan akan masif sebelum ritual haji dimulai.

Selain suhu tinggi, tingkat kelembapan diperkirakan mencapai 40 persen. Angin kencang yang berpotensi menimbulkan debu di area terbuka juga menjadi perhatian. Pihak berwenang mengingatkan para peziarah untuk selalu mematuhi pedoman keselamatan dan memastikan asupan cairan yang cukup demi mencegah dehidrasi.

Secara terpisah, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan telah merampungkan persiapan akomodasi dan layanan kesehatan. Sebanyak 2.500 peziarah dari 104 negara yang hadir di bawah Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci akan menerima fasilitas tersebut.

Baca juga: BTN Alihkan Kredit 20 T 20 Triliun dari SMBCI: Perkuat Beyond Mortgage

Menurut laporan Kantor Berita Saudi (SPA), akomodasi di Mekkah dan tempat-tempat suci telah dilengkapi dengan klinik medis modern. Fasilitas ini mencakup peralatan diagnostik dan darurat mutakhir, serta dikelola oleh tim profesional medis yang beroperasi 24 jam penuh.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Arab Saudi dalam manajemen panas, kesiapan tanggap darurat, dan peningkatan layanan medis. Inisiatif ini semakin digencarkan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan semakin seringnya suhu musim panas ekstrem bertepatan dengan musim haji.

Untuk meredam panas yang menyengat, tenda-tenda jemaah di Arafah dan Mina dilengkapi dengan pendingin ruangan yang memadai. Selain itu, sistem lantai berpendingin, kipas raksasa, dan penyemprot kabut juga disebar di berbagai titik strategis.

Upaya lain yang dilakukan adalah pembagian air minum dingin gratis. Truk-truk khusus terus beroperasi membagikan botol-botol air kepada para peziarah yang membutuhkan.

Diperkirakan sekitar 1,6 juta jemaah akan berkumpul di Mekkah pada tahun ini. Angka ini menegaskan pentingnya mitigasi panas dan langkah-langkah keselamatan publik dalam menyelenggarakan salah satu pertemuan keagamaan tahunan terbesar di dunia.

Dalam konteks lain, dilaporkan bahwa Pemerintah Arab Saudi sempat mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menunda aksi militer besar terhadap Iran hingga musim haji 2026 berakhir. Permintaan ini diajukan untuk menghindari potensi gangguan terhadap kelancaran ibadah haji.