Purbaya: Kendala Dokumen Sering Hambat Dana Pascabencana Sumatera

oleh -8 Dilihat
Purbaya: Kendala Dokumen Sering Hambat Dana Pascabencana Sumatera

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa dana sebesar Rp 60 triliun yang telah disiapkan untuk penanganan pascabencana di Sumatera belum sepenuhnya terserap pada tahun ini.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi tertutup mengenai situasi pascabencana Sumatera yang diselenggarakan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa meskipun dana tersebut dialokasikan untuk tiga aspek pembangunan infrastruktur, pencairannya sering kali terhambat akibat kelengkapan dokumen yang diajukan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) tertentu.

“Dari akhir tahun lalu kita sudah siapin Rp 60 triliun, ternyata dipakai lebih sedikit tahun ini. Karena dibagi tiga untuk pembangunan-pembangunan infrastrukturnya,” kata Purbaya pada Senin, 25 Mei 2026.

Purbaya menegaskan bahwa anggaran penanganan bencana baru akan dicairkan setelah dokumen yang diajukan dinyatakan lengkap.

Ia menambahkan bahwa pendekatan Kementerian Keuangan saat ini berbeda dari sebelumnya. “Jadi approach dari Kementerian Keuangan sekarang beda. Kalau dulu kan mereka diajukan, terus didiemin. Saya bilang ke Dirjen Anggaran sekarang, kalau ada pengajuan anggaran yang berhubungan dengan bencana ini, setiap hari di-follow up, ditelepon kementerian/lembaganya kalau kurang dokumennya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Purbaya memastikan bahwa jika ada K/L yang kesulitan dalam menyiapkan dokumen, pihak Kemenkeu akan turun tangan langsung untuk membantu menyelesaikannya.

Baca juga: Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Malaysia Ajukan Tuntutan ke Mahkamah Internasional

“Diharapkan dengan langkah-langkah seperti itu, pencairan anggaran yang berhubungan dengan bencana nasional ini akan lebih cepat. Jadi enggak usah takut. Anggarannya ada,” tegasnya.

Sebagai informasi, Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Pemerintah telah menggelar rapat koordinasi tertutup pada Senin, 25 Mei 2026.

Rapat tersebut dibuka oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung Nusantara IV DPR RI. Setelah pembukaan, Dasco menyatakan bahwa rapat koordinasi dilanjutkan secara tertutup.

Sejumlah menteri yang turut hadir antara lain Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno; Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari; dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

Turut hadir pula Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni; Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurahman; Menteri Pariwisata, Widianti Putri; serta Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Sebelumnya, Purbaya juga mengungkapkan pandangannya mengenai nasib Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, yang namanya terseret dalam sidang kasus korupsi. Purbaya menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait kasus tersebut.