Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Malaysia Ajukan Tuntutan ke Mahkamah Internasional

oleh -6 Dilihat
Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Malaysia Ajukan Tuntutan ke Mahkamah Internasional

KabarDermayu.com – Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk membawa Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ). Langkah hukum ini diambil sebagai respons atas dugaan penculikan dan penyiksaan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Menteri Besar Selangor, Amirudin Shari, mengonfirmasi bahwa proses hukum tersebut akan segera dimulai. Tim pengacara Malaysia saat ini tengah fokus mengumpulkan seluruh informasi dan bukti yang relevan untuk mendukung gugatan ini.

Baca juga: 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Ekspor: Purbaya Ungkap Kerugian Rp 1,48 T

Insiden ini terjadi ketika lebih dari 400 aktivis internasional yang tergabung dalam armada GSF diserang dan ditahan oleh pasukan Israel di perairan internasional. Armada tersebut bertujuan untuk menembus blokade laut Israel yang diterapkan terhadap Jalur Gaza.

“Kami tidak akan tinggal diam, kami tidak akan berhenti. Sementara tim hukum kami mengumpulkan semua dokumentasi pelanggaran hukum internasional, para aktivis kemanusiaan ini telah diculik lebih dari sekali, mereka disiksa,” ujar Shari saat acara penyambutan kepulangan GSF 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Tindakan hukum ini merupakan buntut dari dugaan perlakuan brutal yang dialami para aktivis, terutama peserta asal Malaysia. Mereka dilaporkan mengalami penculikan dan penyiksaan.

“Kami akan membawa kasus ini ke pengadilan internasional, kami akan terus memberikan tekanan diplomatik, dan kami juga akan mengadakan tur keliling Malaysia,” tegas kepala pemerintahan negara bagian Selangor tersebut.

Shari menambahkan bahwa langkah hukum ini akan diiringi dengan tekanan diplomatik berkelanjutan dari pemerintah Malaysia. Tujuannya adalah untuk menuntut pembebasan penuh atas Gaza. Ia menekankan bahwa meskipun misi GSF 2.0 telah berakhir, komitmen Malaysia dan Selangor terhadap perjuangan Palestina akan terus berlanjut.

Lebih lanjut, terdapat rencana untuk menyelenggarakan konferensi internasional terkait Palestina di Malaysia di masa mendatang. Konferensi ini diharapkan dapat memperkuat upaya advokasi untuk Palestina. Shari juga menyatakan bahwa Sumud 3.0 akan melanjutkan perjuangan hingga blokade terhadap Gaza benar-benar dicabut.