KabarDermayu.com – Keajaiban tercipta di Serie A musim ini. Como, klub yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, berhasil mengamankan tiket bersejarah ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Prestasi gemilang ini diraih setelah Como melibas Cremonese dengan skor telak 4-1 pada Minggu, 24 Mei 2026. Kemenangan ini memastikan langkah Como ke kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi.
Di balik pencapaian luar biasa ini, sosok Cesc Fabregas menjadi sentral. Mantan gelandang ternama Barcelona dan Arsenal ini berhasil mentransformasi Como.
Dari tim kejutan, Como kini menjelma menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di Serie A Italia. Keberhasilan ini bukan sekadar kebetulan, menurut Fabregas.
Ia menekankan bahwa intuisi, mentalitas, dan keyakinan kuat dari seluruh tim menjadi kunci utama di balik laju impresif mereka musim ini. Fabregas mengaku memiliki firasat kuat mengenai potensi timnya.
“Sepanjang hidup saya, bahkan ketika melakukan pergantian pemain, saya selalu punya firasat terhadap sesuatu,” ungkap Fabregas, seperti dikutip dari Football Italia.
Pelatih asal Spanyol ini bahkan sudah yakin Como akan lolos ke Liga Champions jauh sebelum pertandingan krusial melawan Parma. Keyakinan itu datang dengan perhitungan sederhana.
“Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa jika kami meraih dua kemenangan, kami akan berada di Liga Champions,” tambahnya, menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap tim.
Untuk membakar semangat juang para pemainnya, Fabregas menggunakan metode yang cukup unik. Ia memperlihatkan sebuah video balapan sepeda kepada skuadnya.
Video tersebut menampilkan seorang pembalap sepeda yang awalnya berada di posisi keenam, namun berhasil meningkatkan kecepatannya di sprint terakhir untuk memenangkan perlombaan. “Itulah yang kami lakukan musim ini,” jelasnya.
Perjalanan Como menuju puncak tidaklah mulus. Tim ini sempat melewati periode sulit, termasuk menelan dua kekalahan beruntun dan hanya mampu bermain imbang melawan Udinese.
Namun, Fabregas menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sedikit pun kehilangan keyakinan terhadap tim muda yang ia bangun dengan susah payah. Ia melihat potensi besar dalam diri para pemainnya.
“Ini pencapaian luar biasa karena cara kami melakukannya. Tim ini dipenuhi pemain muda. Kami memiliki 15 pemain berusia 23 tahun,” ungkap Fabregas dengan bangga.
Menurutnya, keberhasilan Como menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kemauan untuk terus berkembang dapat mengalahkan pengalaman semata. Dedikasi para pemain menjadi faktor penentu.
“Ini adalah mahakarya seluruh tim. Mereka mau mendengar, selalu ingin berkembang, dan meningkatkan standar pada waktu yang tepat,” tambahnya, memuji etos kerja anak asuhnya.
Meskipun menuai banyak pujian atas pencapaian ini, Fabregas tetap menunjukkan kerendahan hati. Ia menilai para pemainlah yang paling pantas mendapatkan kredit terbesar atas keberhasilan Como menembus kompetisi elite Eropa.
“Saya hanya bisa memberi hormat kepada para pemain karena kami para pelatih hanya mencoba memberi dorongan, pilihan, dan menunjukkan kekurangan tim,” tuturnya dengan tulus.
“Namun merekalah yang melakukan semuanya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como karena mereka pantas mendapatkan kebahagiaan ini,” lanjutnya, mendedikasikan kesuksesan ini untuk para penggemar dan kota Como.
Baca juga: Jelang Wukuf, Tenda Arafah Penuh Jemaah Haji Indonesia
Kini, Como bukan lagi sekadar tim kejutan di Serie A. Bersama Cesc Fabregas sebagai nahkoda, klub ini telah berhasil menulis sejarah baru dan siap untuk merasakan atmosfer Liga Champions musim depan.





