Harga Telur Anjlok: Anggota DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN

oleh -7 Dilihat
Harga Telur Anjlok: Anggota DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN

KabarDermayu.com – Peternak ayam petelur di berbagai daerah tengah menghadapi ancaman serius terhadap kelangsungan bisnis mereka akibat anjloknya harga jual telur ayam di tingkat peternak dalam beberapa minggu terakhir.

Kondisi ini dipicu oleh melimpahnya pasokan di pasar yang tidak sebanding dengan daya serap pasar serta rendahnya daya beli masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah Harum, menyatakan keprihatinannya atas penurunan harga telur ayam yang sangat dirasakan oleh para peternak.

Ia menyoroti bahwa tingginya produksi telur ayam saat ini belum mampu diimbangi oleh permintaan pasar yang memadai.

“Turut prihatin, karena ini menyangkut kelangsungan UMKM yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga,” ujar Sarifah dalam keterangannya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa dampak penurunan harga telur ini sangat signifikan bagi para peternak, sehingga diperlukan langkah konkret untuk menyelamatkan usaha mereka.

Baca juga: Iran Pertimbangkan Serahkan Uranium yang Diperkaya ke China, Respons Beijing

Meskipun pasokan telur ayam di tingkat eceran sangat melimpah, kenyataannya serapan pasar tidak mampu mengangkat kembali harga jualnya.

Akibatnya, harga telur anjlok. Pada awal bulan ini, harga telur ayam di tingkat peternak sempat menyentuh angka terendah Rp 20.400 per kilogram.

Saat ini, harga telur masih berkisar antara Rp 22.000 hingga Rp 22.800 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp 26.500 per kilogram.

Menurut Sarifah, ini adalah masalah tata niaga yang harus segera diatasi oleh Kementerian Perdagangan.

Sebagai mitra kerja Kemendag, Komisi VI DPR RI mendorong adanya upaya konkret untuk menjaga rantai pasok dan permintaan telur di masyarakat agar kembali stabil dalam waktu dekat.

Ia menekankan bahwa produksi telur di Indonesia cukup kuat untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Sarifah, yang akrab disapa Bunda Harum, meminta Kementerian Perdagangan untuk segera menjalin kesepakatan strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penyerapan stok telur lokal sebagai bagian dari upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai dengan arahan Fraksi Golkar DPR RI, Sarifah mendorong lahirnya regulasi yang tegas dan terintegrasi.

Regulasi ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan ekosistem perunggasan nasional dari hulu hingga hilir.

“Kami meminta Kemendag segera berkoordinasi secara intensif dengan BGN untuk menghidupkan dan mengarahkan skema program MBG agar memprioritaskan stok dari peternak lokal,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa menyelamatkan sektor perunggasan nasional bukan hanya soal menjaga stabilitas harga, tetapi juga melindungi mata pencaharian jutaan peternak di daerah.