Fakta di Balik Isu Pocong Begal di Cirebon

oleh -10 Dilihat
Fakta di Balik Isu Pocong Begal di Cirebon

KabarDermayu.com – Isu mengenai “teror pocong begal” yang sempat menghebohkan media sosial dan meresahkan masyarakat Cirebon dipastikan tidak benar alias hoaks oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Komisaris Besar Polisi Imara Utama, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi maupun menemukan adanya kasus kejadian yang berkaitan dengan isu tersebut di wilayah hukumnya.

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan mendalam namun tidak menemukan fakta adanya “teror pocong” seperti yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumber serta kebenarannya,” ujar Imara Utama pada Rabu, 27 Mei 2026.

Baca juga: CCTV Bongkar Peran Ririn & Priyo: Misteri Pembunuhan Keluarga Indramayu Terkuak

Ia menambahkan, masyarakat perlu bersikap lebih bijak dalam menyikapi setiap unggahan yang bersifat viral di media sosial. Hal ini penting agar tidak ikut serta menyebarkan kabar bohong yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan publik.

Lebih lanjut, Imara Utama meminta warga untuk segera menghubungi layanan kepolisian melalui nomor darurat 110 apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka. Ia memastikan bahwa petugas kepolisian siap mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan segera setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Penyebaran informasi palsu di media sosial memiliki potensi besar untuk menimbulkan kepanikan jika tidak segera diluruskan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Polresta Cirebon terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum memutuskan untuk mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

“Kami menegaskan bahwa kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini tetap aman. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya,” pungkasnya. (Ant)