Rupiah Tembus Rp17.800/Dolar AS, Purbaya: Fundamental Bagus Tak Masuk Akal

oleh -8 Dilihat
Rupiah Tembus Rp17.800/Dolar AS, Purbaya: Fundamental Bagus Tak Masuk Akal

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak mengharuskan pemerintah untuk melakukan perhitungan ulang terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan sebelumnya telah melakukan simulasi untuk berbagai skenario ekonomi. Simulasi tersebut bahkan sudah mencakup kemungkinan harga minyak global mencapai 100 dolar AS per barel.

“Kita sudah menghitung. Pada saat simulasi (harga minyak global) 100 dolar per barel, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus menghitung ulang APBN-nya,” ujar Purbaya pada Rabu, 27 Mei 2026.

Purbaya menilai bahwa pasar obligasi masih dalam kondisi terkendali meskipun rupiah mengalami tekanan. Hal ini didukung oleh strategi pemerintah dalam melakukan stabilisasi melalui pembelian obligasi untuk menjaga imbal hasil (yield).

Baca juga: Dugaan Peran Anggota DPR Anwar Sadad dalam Kasus Dana Hibah Jatim Kian Diselidiki KPK

“Tetapi begini, meskipun rupiah melemah, yield obligasi turun. Ini berkat aksi pemerintah dan teman-teman di bendahara (Direktorat Jenderal Perbendaharaan) yang melakukan pembelian kembali (buyback) secukupnya, agar yield-nya sedikit terkendali,” jelasnya.

Purbaya menekankan pentingnya stabilitas pasar obligasi dalam menjaga minat investor asing terhadap aset domestik.

“Jadi selama pasar obligasi terkendali, kemampuan investor asing untuk berinvestasi pada obligasi kita juga akan terjaga. Kita sudah mulai melihat ada aliran modal asing yang masuk ke pasar,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

“Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu menaikkan nilai rupiah secara signifikan,” ucapnya.

Meskipun rupiah mengalami pelemahan, Menteri Keuangan berpendapat bahwa kondisi ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya masih cukup baik.

“Ini terjadi karena fundamentalnya bagus, seharusnya tidak masuk akal. Biasanya nilai tukar melemah jika ada gangguan pada fundamental ekonomi,” tuturnya.

Perlu dicatat, nilai tukar rupiah tercatat melemah sebesar 0,20 persen dan mencapai Rp17.830 per dolar AS pada hari itu.