Motif dan Cara Pelaku Perkosa-Bunuh Gadis 12 Tahun di Makassar yang Ditemukan Meninggal di Toilet Rumah Kosong

oleh -5 Dilihat
Motif dan Cara Pelaku Perkosa-Bunuh Gadis 12 Tahun di Makassar yang Ditemukan Meninggal di Toilet Rumah Kosong

KabarDermayu.com – Aparat kepolisian di Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil menangkap seorang pria berinisial I (19) yang diduga kuat melakukan aksi pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 12 tahun berinisial JN. Korban ditemukan tewas tanpa busana di dalam toilet sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah II.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa pelaku berusaha mengalihkan perhatian petugas saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku membuat keributan dengan warga setempat dengan tujuan agar tim Inafis, Dokpol, serta personel Satreskrim Polsek Tallo dan Polrestabes segera meninggalkan lokasi.

Modus ini dilakukan agar polisi terburu-buru pergi dan mengurus kegiatan lain. Namun, kecurigaan petugas tertuju pada seorang pria berbaju merah yang terlihat mencurigakan di tengah keramaian. Pria tersebut kemudian diamankan dan belakangan diketahui sebagai pelaku.

Setelah menjalani pemeriksaan mendalam, pelaku I akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku tega melakukan tindakan keji tersebut karena terbawa nafsu birahi. Pelaku telah memperhatikan korban sejak lama.

Lebih lanjut, Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan bahwa pelaku juga merupakan pengguna narkotika dan sering menonton film porno melalui ponselnya. Kondisi inilah yang diduga menjadi pemicu utama hasratnya untuk melakukan tindakan bejat terhadap korban yang masih berusia 12 tahun.

Modus pelaku dimulai dengan memanggil korban untuk dibelikan air mineral. Setelah korban menuruti, pelaku kemudian menyuruh korban untuk membeli makanan. Saat korban kembali dengan membawa makanan, pelaku langsung menyeretnya masuk ke dalam rumah kosong.

Baca juga: Andy Robertson Liverpool ke Tottenham: Transfer Mengejutkan!

Di dalam rumah kosong tersebut, pelaku membekap mulut korban dan membenturkan kepalanya ke lantai karena korban sempat meronta. Tindakan ini digambarkan sangat tidak manusiawi. Setelah korban tidak berdaya dan pingsan, pelaku kembali melanjutkan aksi bejatnya.

Mengenai penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi resmi dari tim dokter. Penjelasan lebih lanjut mengenai luka-luka pada tubuh korban akan disampaikan setelah hasil otopsi keluar.

Penemuan jenazah korban berawal ketika seorang warga bernama Mahyudin hendak buang air kecil di rumah kosong tersebut. Ia melihat ada kaki di dalam toilet. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata itu adalah mayat seorang anak perempuan yang dalam kondisi telanjang, dengan kepala tertutup televisi tabung.

Saksi segera melaporkan penemuan tersebut kepada personel polisi di pemukiman sekitar, yang kemudian diteruskan ke Polsek Tallo. Setibanya di lokasi, petugas segera memasang garis polisi untuk mengamankan area TKP. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bayangkara untuk dilakukan otopsi.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, mengonfirmasi adanya laporan penemuan mayat tersebut. Pihaknya langsung melakukan penutupan TKP dan berkoordinasi dengan Dokpol serta Inafis. Ia menjelaskan bahwa korban masih di bawah umur dan merupakan seorang siswi kelas tiga SD. Tim forensik masih mendalami kasus ini dan belum dapat memastikan luka pada tubuh korban.