Militer AS Kembali Bertindak di Iran Pasca Bantahan Trump Soal Selat Hormuz

oleh -8 Dilihat
Militer AS Kembali Bertindak di Iran Pasca Bantahan Trump Soal Selat Hormuz

KabarDermayu.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di Selat Hormuz. Militer Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan serangan terhadap operasi drone milik Iran yang dinilai mengancam pasukan AS serta kapal-kapal dagang di kawasan strategis tersebut.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas membantah adanya kesepakatan antara kedua negara untuk memulihkan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa militer AS berhasil menembak jatuh empat drone milik Iran. Lebih lanjut, AS juga dilaporkan menyerang pusat kendali drone yang berlokasi di kota pelabuhan Bandar Abbas.

Pejabat tersebut menyatakan bahwa tindakan ini diambil secara terukur dan murni untuk tujuan pertahanan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar gencatan senjata yang telah disepakati tetap berjalan.

Sementara itu, kantor berita Tasnim di Iran mengutip pernyataan dari sumber militer melaporkan bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi Iran sempat melepaskan tembakan peringatan. Tembakan ini ditujukan kepada kapal tanker minyak milik AS yang mencoba melintas di Selat Hormuz, sehingga memaksa kapal tersebut untuk berbalik arah.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa militer AS kemudian menyerang area terbuka di sekitar Bandar Abbas. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang signifikan akibat serangan tersebut.

Media Iran juga memberitakan bahwa ada empat kapal yang mencoba melintasi selat tersebut pada Kamis dini hari. Namun, keempat kapal tersebut terpaksa mundur setelah mendapatkan tembakan peringatan.

Insiden serupa juga pernah terjadi pada hari Senin lalu, ketika militer AS melakukan serangan di wilayah selatan Iran. Amerika Serikat mengklaim aksi tersebut sebagai langkah defensif. Namun, Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.

Trump: Tidak Ada Negara yang Berhak Menguasai Selat Hormuz

Baca juga: Daging Kurban Indramayu: Sukacita Warga Blok Manggungan, Kebersamaan Terjalin

Dalam sebuah rapat kabinet yang disiarkan secara terbuka kepada media, Presiden Donald Trump membantah laporan dari televisi pemerintah Iran. Laporan tersebut menyebutkan adanya rancangan awal kesepakatan untuk mengembalikan lalu lintas kapal dagang di Selat Hormuz ke kondisi normal dalam waktu satu bulan.

Trump menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang berhak untuk menguasai Selat Hormuz. Ia bahkan secara terbuka melontarkan ancaman terhadap Oman, sebuah negara yang selama ini menjalin hubungan militer dan ekonomi yang cukup erat dengan Amerika Serikat.

“Tidak ada yang akan menguasai selat itu. Itu adalah perairan internasional dan Oman harus bersikap seperti negara lain, atau kami akan menghancurkan mereka. Mereka paham itu dan semuanya akan baik-baik saja,” tegas Trump.

Hingga kini, Gedung Putih dan Kedutaan Besar Oman di Washington belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Trump tersebut. Misi tetap Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa juga belum memberikan tanggapan.

Belum lama ini, Departemen Keuangan Amerika Serikat memasukkan Persian Gulf Strait Authority ke dalam daftar sanksi. Lembaga Iran ini dibentuk untuk mengatur jalur pelayaran di Selat Hormuz, dan AS menganggapnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional mereka.

Laporan televisi Iran sebelumnya juga sempat memberitakan bahwa Amerika Serikat akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta menarik pasukan militernya dari wilayah sekitar Iran.

Namun, komentar keras dari Trump dan laporan mengenai aksi militer terbaru AS menunjukkan bahwa kedua negara masih sangat jauh dari kata sepakat. Hal ini berbanding terbalik dengan sinyal yang sebelumnya diberikan oleh Gedung Putih bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang mungkin segera tercapai.

Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa retorika Trump tidak akan membuat Iran gentar. Iran tetap teguh pada tuntutannya untuk terus memperkaya uranium, memiliki kewenangan penuh atas Selat Hormuz, dan mendapatkan pencabutan sanksi ekonomi.

“Jelas bahwa Trump sedang mencari jalan keluar dari kebuntuan strategis ini dengan bergantian mengeluarkan ancaman dan ajakan berdamai,” tulis Azizi dalam akun platform X-nya.