Tim Pengawas Haji Ungkap Kendala Pelaksanaan Haji 2026 Terkait Distribusi Makanan

oleh -7 Dilihat
Tim Pengawas Haji Ungkap Kendala Pelaksanaan Haji 2026 Terkait Distribusi Makanan

KabarDermayu.com – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti adanya kendala yang terus berulang dalam pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Nasir Djamil, menyatakan bahwa permasalahan yang dihadapi jemaah Indonesia pada pelaksanaan haji tahun ini ternyata serupa dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Ternyata kita menemukan masalah yang masalah ini juga ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Nasir dalam keterangannya pada Kamis, 28 Mei 2026.

Ia merinci beberapa kendala yang ditemukan, di antaranya adalah jadwal bus penjemputan jemaah haji Indonesia yang terkadang tidak tepat waktu.

Selain itu, distribusi makanan siap konsumsi untuk para jemaah juga dilaporkan belum berjalan secara optimal.

“Soal keterlambatan bus yang menjemput jemaah haji, kemudian juga ada persoalan makanan yang terlambat diberikan, bahkan juga tidak diberikan sama sekali,” ungkap Nasir lebih lanjut.

Menanggapi hal ini, Nasir menilai bahwa kendala tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesiapan dari Kementerian Haji dan Umrah belum sepenuhnya optimal dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket Akibat Serangan Baru AS ke Iran

Menurut Nasir, pengalaman operasional yang telah dijalani selama bertahun-tahun seharusnya dapat dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi pemerintah.

Pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendorong dilakukannya perbaikan yang signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

“Kami menyadari bahwa tidak mudah untuk mengurus ratusan ribu jemaah haji yang dari berbagai macam provinsi, bahkan di seluruh provinsi di Indonesia ini,” tuturnya.

Kendati demikian, ia menekankan pentingnya memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mitigasi risiko.

“Tapi paling tidak, pengalaman bertahun-tahun kita mengelola haji ini kan akan bisa membuat kita melakukan semacam mitigasi, mengurangi risiko terkait dengan potensi-potensi masalah yang akan dihadapi oleh jemaah haji,” pungkas Nasir.

Sumber: tvonews.com/Syifa Aulia