KabarDermayu.com – Sebanyak 180 anggota parlemen Iran menyampaikan desakan kepada para pemimpin negara untuk membatalkan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati dengan Amerika Serikat. Laporan ini disampaikan oleh Kantor Berita Fars.
Para legislator Iran ini mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan serangkaian tindakan balasan. Di antaranya adalah pembatalan memorandum yang terjalin dengan Amerika Serikat. Selain itu, mereka juga mendesak pembentukan komisi khusus untuk menginvestigasi jalannya negosiasi dengan AS.
Usulan lain yang disampaikan mencakup pengesahan undang-undang terkait pengelolaan Selat Hormuz. Dukungan komprehensif terhadap angkatan bersenjata Iran juga menjadi poin penting dalam pernyataan tersebut. Kantor berita Fars melaporkan hal ini pada Selasa, 14 Juli 2026.
Perlu diketahui, Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani sebuah nota kesepahaman pada tanggal 18 Juni. Kesepakatan ini bertujuan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Namun, situasi memanas kembali pada 8 Juli ketika pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Sebagai balasan, pasukan Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat yang berlokasi di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Informasi ini dilansir oleh Antara.





