KabarDermayu.com – Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan akan segera mengunjungi Jalur Gaza dalam beberapa hari mendatang. Kunjungan ini menandai kali pertama lembaga tersebut beroperasi di Gaza sejak pembentukannya di awal tahun ini.
Informasi mengenai rencana kunjungan ini pertama kali diungkapkan oleh media Israel, KAN, pada Rabu waktu setempat. KAN melaporkan bahwa perwakilan Nickolay Mladenov, yang ditunjuk oleh Trump sebagai perwakilan tertinggi BoP, telah mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Luar Negeri Israel untuk mendapatkan izin memasuki wilayah Gaza yang masih bergejolak.
Jika izin tersebut diberikan, kunjungan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi BoP dalam upayanya untuk terlibat langsung di Gaza. Lembaga ini dibentuk dengan tujuan untuk mencari solusi perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Melansir dari laman Anadolu Agency pada Kamis, 28 Mei 2025, KAN mengutip sumber internal dewan yang menyatakan bahwa Hamas belum menunjukkan indikasi kuat untuk melucuti senjata mereka. Sumber tersebut menilai bahwa kematian para pemimpin sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan dan melucuti kelompok tersebut.
Peristiwa terbaru yang memperkuat laporan ini adalah serangan Israel di wilayah barat Kota Gaza pada Selasa malam yang menewaskan Mohammed Awda, salah seorang pimpinan senior di Brigade Al-Qassam.
Lebih lanjut, laporan KAN menyebutkan bahwa Mladenov pada pekan lalu telah mempresentasikan sebuah rencana yang terdiri dari 15 poin. Rencana ini dirancang untuk mengimplementasikan inisiatif Gaza yang digagas oleh Trump. Salah satu poin krusial dalam rencana tersebut adalah pengerahan pasukan multinasional yang akan diberi nama Pasukan Stabilisasi Internasional.
Baca juga: Brantas Abipraya Pastikan Proyek Sekolah Banjarbaru Rampung Sesuai Target
Diperkirakan, perwakilan dari pasukan multinasional ini juga akan melakukan kunjungan ke Gaza pada bulan depan. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu memulihkan ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.
Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan meningkatkan keterlibatannya dalam urusan Gaza, terutama setelah meredanya ketegangan dengan Iran. Rencana kunjungan Dewan Perdamaian ini dipandang sebagai sinyal awal dari meningkatnya komitmen Washington di wilayah yang berkonflik tersebut.
Sebagai latar belakang, pada 16 Januari lalu, Gedung Putih secara resmi mengumumkan pembentukan struktur pemerintahan transisi untuk Gaza. Struktur ini mencakup beberapa elemen kunci, yaitu Dewan Perdamaian, Dewan Eksekutif Gaza, Komite Nasional Administrasi Gaza, serta Pasukan Stabilisasi Internasional.
Pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang berfokus pada isu Gaza telah diselenggarakan pada 19 Februari di United States Institute of Peace, Washington. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Donald Trump, menunjukkan keseriusan pemerintahannya dalam menangani konflik Israel-Palestina.
Inisiatif pembentukan Dewan Perdamaian ini merupakan bagian integral dari tahap kedua dari rencana 20 poin yang diajukan oleh Trump. Rencana ini bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza dan telah mendapatkan dukungan dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada bulan November tahun lalu.
Perlu dicatat bahwa dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat, Israel telah melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza sejak Oktober 2023. Data dari pihak Palestina menunjukkan angka korban yang tragis, dengan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, yang menggambarkan dampak kemanusiaan yang mengerikan dari konflik ini.





