Warganet Soroti Klarifikasi Anak Bupati Pekanbaru Terkait Dugaan Kasus Narkoba

oleh -8 Dilihat
Warganet Soroti Klarifikasi Anak Bupati Pekanbaru Terkait Dugaan Kasus Narkoba

KabarDermayu.com – Kasus dugaan pesta narkoba yang melibatkan anak seorang bupati di Riau, tepatnya di Kabupaten Pelalawan, tengah menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Pria berinisial AF, yang disebut sebagai anak kepala daerah tersebut, dinyatakan positif narkoba setelah terjaring dalam sebuah razia di tempat hiburan malam di Pekanbaru.

Namun, penjelasan dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru mengenai AF yang diduga hanya terpapar asap ganja di toilet menjadi poin yang ramai diperdebatkan oleh masyarakat luas.

Peristiwa ini bermula saat aparat gabungan melakukan razia narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu dini hari. Sebanyak 13 orang berhasil diamankan dalam operasi tersebut dan langsung menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil tes urine menunjukkan bahwa seluruh orang yang diamankan positif mengandung zat narkotika atau zat adiktif tertentu.

Dari hasil asesmen yang dilakukan oleh BNNK Pekanbaru, AF dinyatakan positif etomidate dan ganja. Meskipun demikian, Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Pol Wawan, menegaskan bahwa AF tidak menggunakan ganja secara langsung dan tidak terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Menurut penjelasannya, AF diduga positif ganja karena menghirup asap dari ruangan toilet yang sebelumnya telah digunakan oleh dua orang lain untuk mengonsumsi ganja.

Penjelasan ini sontak memicu reaksi keras dari warganet. Banyak pengguna media sosial yang mempertanyakan bagaimana seseorang bisa dinyatakan positif narkoba namun disebut hanya terpapar asap dari ruangan tertutup. Tidak sedikit pula yang menduga adanya perlakuan khusus karena AF merupakan anak seorang pejabat daerah.

Lebih lanjut, Kombes Wawan menyatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi medis mengenai kemungkinan seseorang bisa dinyatakan positif ganja akibat paparan asap dari lingkungan sekitar atau yang dikenal sebagai passive inhalation.

Baca juga: Video Pocong Jadi-jadian Resahkan Warga Indramayu: Ini Faktanya

Ia menambahkan bahwa tim dokter menyatakan kondisi tersebut memang memungkinkan terjadi, terutama jika seseorang berada di dalam ruangan tertutup dengan tingkat paparan asap yang cukup tinggi.

Selain AF, aparat juga berhasil menemukan barang bukti berupa ganja dari dua orang lain yang turut diamankan dalam razia tersebut. Salah satu tersangka diketahui menyimpan ganja kering beserta cartridge, sementara tersangka lainnya diduga memiliki narkotika dalam jumlah yang lebih kecil.

Meski hasil tes urine AF menunjukkan positif, hasil asesmen gabungan tim hukum dan medis menyebut dirinya masuk kategori pengguna ringan dan tidak terlibat jaringan narkotika. Karena itu, AF diputuskan menjalani rehabilitasi rawat jalan sebanyak empat kali di BNN Kota Pekanbaru.

Pernyataan tersebut justru membuat perdebatan semakin meluas di internet. Dalam pantauan VIVA dari Instagram @fakta.indo pada Jumat, 29 Mei 2026, banyak warganet yang menuntut transparansi dalam penjelasan hasil pemeriksaan medis secara detail.

“Terpapar asap langsung positif narkoba? Atur aja, lawak banget sama kasus ini,” tulis salah satu komentar warganet dalam akun tersebut.

“Kalian percaya? Kalau aku sih enggak ya, ngeles aja nih bisanya,” timpal warganet lainnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi topik hangat di media sosial. Banyak warganet yang menantikan apakah proses penanganan kasus ini akan berjalan secara transparan atau justru akan semakin memicu kontroversi baru, mengingat tingginya perhatian publik terhadap kasus narkoba yang melibatkan keluarga pejabat daerah.