Tren Tenis & Padel: Peluang Bisnis Industri Menggeliat

oleh -6 Dilihat
Tren Tenis & Padel: Peluang Bisnis Industri Menggeliat

KabarDermayu.com – Minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga tenis dan padel terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya menandakan tumbuhnya kesadaran akan gaya hidup sehat, tetapi juga membuka lebar peluang bisnis di berbagai sektor terkait industri olahraga.

Sektor-sektor yang turut merasakan geliat ini meliputi penyediaan perlengkapan olahraga, busana khusus (apparel), alas kaki (footwear), hingga layanan berbasis komunitas dan pengalaman bermain yang semakin inovatif.

Perkembangan pesat ini dapat diamati dari semakin banyaknya fasilitas olahraga tenis dan padel yang bermunculan, tingginya aktivitas komunitas pecinta olahraga ini, serta munculnya beragam pendekatan bisnis ritel yang kreatif dan berorientasi pada konsumen.

Para pelaku industri olahraga kini tidak lagi hanya terpaku pada penjualan produk semata. Mereka mulai mengintegrasikan penjualan dengan layanan konsultasi ahli, menawarkan pengalaman bermain yang imersif, hingga merangkul aktivitas komunitas untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun loyalitas konsumen.

Salah satu pelaku usaha yang jeli melihat potensi besar dari tren ini adalah Metro Tennis Terminal. Perusahaan ritel perlengkapan racket sports ini memperkuat posisinya sebagai Exclusive Tennis Retailer untuk merek ternama, On Indonesia.

Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan sebuah kegiatan bertajuk “Serve & Social” yang sukses digelar di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 10 Mei lalu.

Kegiatan tersebut dirancang khusus untuk memperkenalkan produk terbaru, The Roger Pro 3, kepada para penggemar olahraga racket. Pengenalan produk dilakukan melalui sesi bermain langsung di lapangan, memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan performa sepatu secara langsung.

Selain itu, acara ini juga menawarkan serangkaian aktivitas menarik lainnya. Peserta dapat mengikuti sesi coaching yang dipandu oleh para ahli, sesi performance testing untuk mengukur kemampuan, demo racket terbaru, hingga sesi community gathering yang mempererat tali silaturahmi antar pemain.

Baca juga: Prabowo Umumkan 4 Kesepakatan dengan Prancis Senilai USD 3,5 Miliar

Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay “Jay” Kuckreja, mengungkapkan pandangannya mengenai evolusi tren ritel olahraga saat ini. Menurutnya, fokus utama tidak lagi semata-mata pada transaksi penjualan produk.

“Kegiatan ini mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan ritel tenis. Ini bukan lagi hanya tentang menjual produk, tetapi bagaimana pemain dapat memperoleh pengalaman yang lebih menyeluruh,” ujar Jay.

Ia melanjutkan, pengalaman tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari mencoba langsung demo racket, layanan pemasangan senar (stringing), konsultasi produk, hingga pemahaman mendalam mengenai perlengkapan yang paling sesuai dengan gaya bermain masing-masing individu.

Jay menegaskan komitmen Metro Tennis Terminal untuk terus berinvestasi dalam menyediakan demo racket terbaik, layanan stringing yang profesional, serta pengalaman ritel yang semakin personal bagi para pelanggannya.

“Kami ingin pemain datang bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk mendapatkan arahan yang tepat dan solusi terbaik untuk permainan mereka,” tambahnya.

Dalam gelaran “Serve & Social”, para peserta berkesempatan menjajal berbagai demo racket terbaru yang menjadi primadona di kalangan pemain tenis. Beberapa di antaranya adalah Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, dan Babolat Pure Aero 2026, serta beberapa model performance lainnya yang tak kalah menarik.

Metro Tennis Terminal juga mengintegrasikan penggunaan string dari ReString sebagai bagian dari upaya mereka untuk menghadirkan pengalaman uji coba dan pengaturan racket yang lebih optimal bagi para pemain.

Lebih lanjut, sesi coaching dalam acara tersebut dipandu oleh para pelatih berpengalaman dari Aspire Academy. Para pelatih ini memiliki rekam jejak internasional yang mengesankan, termasuk pengalaman sebagai hitting partner bagi petenis legendaris Novak Djokovic dan pernah menjadi bagian dari jajaran pemain ATP Top 600.

CMO Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, menambahkan analisisnya mengenai tren olahraga tenis saat ini. Ia menilai bahwa tenis kini telah berkembang lebih dari sekadar olahraga kompetitif semata.

“Tenis sedang memasuki fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga telah menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat urban,” papar Michael.

Ia menjelaskan bahwa tenis kini juga merangkum aspek lifestyle, networking, wellness, dan personal expression. Hal ini menunjukkan pergeseran persepsi masyarakat terhadap olahraga tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempertemukan orang-orang yang sedang membentuk scene tenis Jakarta dalam satu pengalaman yang terkurasi dan bermakna,” ujar Michael.

Ke depannya, perusahaan berencana untuk terus mengombinasikan pendekatan ritel dengan program keterlibatan komunitas (community engagement) dan menciptakan pengalaman offline yang lebih premium.

“Sebagai CMO, fokus saya adalah membangun Metro bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai ekosistem merek untuk racket sports. Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting,” tegasnya.

Metro Tennis Terminal sendiri memiliki sejarah panjang dalam industri perlengkapan racket sports, yaitu berdiri sejak tahun 1977. Perusahaan ini menyediakan beragam produk dan layanan untuk disiplin tenis, padel, dan pickleball.

Produk yang ditawarkan meliputi racket, footwear, apparel, hingga berbagai aksesoris pendukung. Selain itu, mereka juga menyediakan layanan stringing dan konsultasi produk yang mendalam.

Sementara itu, On merupakan merek performa asal Swiss yang dikenal luas dalam industri alas kaki, pakaian, dan perlengkapan performa. Brand ini juga turut merambah kategori tenis melalui produk unggulannya, The Roger Pro 3.