Purbaya Yakin Target Pendapatan Negara 2026 Tercapai, Singgung Coretax

oleh -9 Dilihat
Purbaya Yakin Target Pendapatan Negara 2026 Tercapai, Singgung Coretax

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target pendapatan negara pada tahun 2026. Keyakinan ini didasari oleh peningkatan kinerja penerimaan yang ditunjukkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Menurut Purbaya, perbaikan kinerja penerimaan ini mulai terlihat jelas pasca pemerintah melakukan langkah restrukturisasi di kedua direktorat tersebut. Ia menambahkan bahwa hasil dari restrukturisasi ini mulai membuahkan dampak positif.

“Jadi, kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. (Kinerja) Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya pada Rabu, 27 Mei 2026.

Lebih lanjut, kinerja penerimaan negara ini juga semakin dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu teknologi yang disorot adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penerimaan negara secara signifikan.

Baca juga: Bareskrim Selidiki Dugaan Kecurangan Ekspor Sawit, Kantor dan Gudang Perusahaan Disegel

Purbaya secara khusus menyoroti implementasi sistem Coretax. Meskipun sistem ini masih menerima beberapa keluhan dari wajib pajak, Purbaya menilai bahwa Coretax mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Jadi, harusnya sih lebih efisien. Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak di protes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari,” jelasnya.

Sebagai informasi, target Pendapatan Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 telah ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga bulan April 2026 tercatat telah mencapai Rp918,4 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).