BRILink Agen John: Dorong Ekonomi Perbatasan RI – Papua Nugini

oleh -7 Dilihat
BRILink Agen John: Dorong Ekonomi Perbatasan RI – Papua Nugini

KabarDermayu.com – Di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, tepatnya di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, akses terhadap layanan keuangan memegang peranan krusial dalam menopang aktivitas masyarakat. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program BRILink Agen hadir sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan, yang tidak hanya mendekatkan akses keuangan, tetapi juga secara aktif mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Keberadaan BRILink Agen menjadi semakin vital mengingat akses masyarakat Sota menuju pusat Kota Merauke tidaklah mudah. Dengan jarak tempuh mencapai 100 kilometer dan biaya perjalanan yang cukup besar, masyarakat Sota sangat membutuhkan layanan keuangan yang mudah dijangkau.

John Al Bugis, seorang warga perbatasan yang juga merupakan nasabah pinjaman BRI, secara langsung merasakan betapa pentingnya akses layanan keuangan yang lebih mudah dan dekat bagi masyarakat Sota. Berangkat dari kesadaran ini, pada tahun 2021, John memutuskan untuk menjadi Agen BRILink. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi layanan perbankan yang lebih praktis bagi warga di sekitarnya.

“Saya memutuskan untuk membuka BRILink karena saya tinggal di wilayah perbatasan. Masyarakat di sini sangat membutuhkan layanan keuangan, mengingat jarak ke Kota Merauke sekitar 100 kilometer,” ungkap John.

Selama lima tahun menjalankan usahanya sebagai Agen BRILink, John secara langsung menyaksikan bagaimana layanan yang ia sediakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Baginya, BRILink Agen yang ia kelola kini memungkinkan warga untuk melakukan berbagai transaksi dasar perbankan, seperti setor tunai, tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran berbagai tagihan kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.

“Kemudahan ini sangat berarti karena membantu aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Momen yang paling berkesan bagi saya adalah ketika manfaat ini dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat, mulai dari warga sekitar, para pelaku usaha lokal, para pekerja di sektor layanan, hingga para petugas yang bertugas di wilayah perbatasan,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, berbagai bentuk pendampingan dan edukasi yang diberikan oleh petugas BRILink turut membantu John dalam mengembangkan usahanya sebagai Agen BRILink. Manfaat dari usaha ini tidak hanya dirasakan oleh John secara pribadi dalam meningkatkan perekonomian keluarganya, tetapi juga memberinya kesempatan untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya. Dari Sota, John turut menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat melalui layanan perbankan yang kini hadir hingga ke garis terdepan Indonesia.

Dalam menjalankan usahanya sebagai Agen BRILink, John senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di tengah banyaknya pilihan layanan keagenan yang tersedia, ia memastikan setiap transaksi berjalan lancar dan menjaga agar biaya layanan tetap terjangkau oleh warga.

“Cara saya agar masyarakat bisa terus mengandalkan BRILink Agen adalah dengan meyakinkan mereka bahwa BRI telah lama dipercaya oleh masyarakat. Selain itu, saya juga menjaga agar biaya layanan yang saya tawarkan tetap kompetitif,” jelasnya.

Keberadaan Agen BRILink di wilayah perbatasan seperti Sota merupakan bagian integral dari komitmen BRI untuk memperluas inklusi keuangan hingga ke seluruh pelosok negeri. Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menyatakan bahwa kehadiran Agen BRILink tidak hanya mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari, tetapi juga secara signifikan membantu menjaga agar aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan dengan baik.

“BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti Sota. Kami akan terus memperkuat ekosistem Agen BRILink melalui pendampingan dan edukasi agar para agen dapat terus memberikan layanan yang optimal sekaligus berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing,” tegas Riko.

Sebagai informasi tambahan, per akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa, mencakup lebih dari 80% dari total desa di seluruh Indonesia. Jangkauan yang luas ini memperkuat peran Agen BRILink sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa.

Baca juga: Bocah 4 Tahun di Situbondo Alami Hal Mengejutkan Keluarga

Sepanjang Triwulan I 2026, Agen BRILink berhasil mencatatkan volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Aktivitas transaksi ini menegaskan peran Agen BRILink sebagai salah satu kanal utama bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan mereka. Selain itu, kontribusi ini juga turut memperkuat *fee based income* (FBI) BRI yang mencapai Rp459 miliar.