KabarDermayu.com – Penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis dinilai memiliki arti penting dalam mendukung berbagai kepentingan strategis nasional, mulai dari sektor ekonomi, investasi, hingga pertahanan.
Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf, mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas kerja sama dengan berbagai negara mitra strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara penting di kawasan Eropa.
“Misalnya, terkait IEU CEPA dan dewan ekonomi antara KADIN dan kamar dagang Prancis. Hal ini berarti Indonesia secara resmi menginginkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia,” kata Subhan, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.
Subhan menilai kerja sama yang semakin erat dengan Prancis berpotensi memberikan manfaat bagi Indonesia di berbagai sektor. Selain dikenal sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi besar di Eropa, Prancis juga memiliki kapasitas teknologi pertahanan yang dinilai maju.
Indonesia sendiri selama ini telah menjalin sejumlah kerja sama di bidang pertahanan dengan Prancis, termasuk pengadaan alutsista dan pengembangan teknologi militer.
Baca juga: Timnas Indonesia di EA Sports FC: Industri Olahraga RI Naik Kelas
“Jika Indonesia-Prancis erat, tentu sangat bagus buat Indonesia. Karena meski bukan negara hagemoni ekonomi, tetapi untuk teknologi militer, Prancis sangat mumpuni,” tuturnya.
Lebih lanjut, Subhan melihat intensitas komunikasi dan pertemuan antara kedua negara menunjukkan adanya komitmen untuk memperkuat hubungan yang saling menguntungkan.
Ia menilai hubungan tersebut penting dijaga dalam kerangka kemitraan yang setara sehingga dapat menghasilkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak.
“Saya artikan sebagai upaya mempererat hubungan, yang tentunya berlangsung dalam gestur dua arah, dalam arti setara, tidak ada yang subordinatif. Hal ini penting dicatat, karena menjadi berbeda jika banyak kunjungan, tapi tidak dalam posisi yang egaliter setara, baik secara postur diplomatis maupun secara outcome yang dihasilkan,” ucap dia.
Menurut Subhan, diplomasi yang dijalankan Indonesia saat ini menunjukkan upaya membangun hubungan baik dengan berbagai negara dan kelompok strategis dunia. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang kerja sama sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah perubahan geopolitik global.
“Presiden Prabowo sedang mengemban tugas demi kepentingan nasional Indonesia, dengan approach yang sangat kalkulatif, karena berhasil mempresentasikan gestur persahabatan dan perdamaian langsung kepada global leader dari berbagai blok, misalnya BRICS bersama Rusia dan China, dengan AS melalui hubungan bilateral, dan sekarang Uni Eropa Superpower, yakni Prancis,” katanya lagi.





