Pembentukan BTP Langkah Strategis Perkuat Stabilitas Keamanan

oleh -9 Dilihat
Pembentukan BTP Langkah Strategis Perkuat Stabilitas Keamanan

KabarDermayu.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Kementerian Pertahanan dalam membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Ia menilai kebijakan strategis ini, yang bertujuan memperbanyak BTP di seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa, sangat penting untuk memperkuat stabilitas keamanan nasional.

“Saya kira konsep ini sudah dirancang dan direncanakan oleh Kementerian Pertahanan. Penguatan dan perluasan BTP di seluruh kabupaten/kota di Jawa merupakan kebijakan yang sangat strategis dan dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pertahanan,” ujar Ace dalam keterangannya pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ace menjelaskan bahwa Pulau Jawa menjadi prioritas utama dalam percepatan pembentukan BTP. Pertimbangan utamanya adalah kepadatan penduduk yang sangat tinggi serta potensi kerawanan sosial yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

“Kenapa Jawa lebih diprioritaskan? Karena Jawa memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dan potensi yang bisa menimbulkan instabilitas keamanan. Oleh karena itu, BTP ini memang harus didahulukan,” ungkapnya.

Selain fungsi pertahanan dan keamanan, keberadaan BTP di daerah juga diproyeksikan untuk bersinergi dengan berbagai program strategis pemerintah pusat. Salah satu sektor yang menjadi fokus adalah ketahanan pangan.

“Dalam rangka memastikan berbagai program prioritas pemerintah, misalnya ketahanan pangan, bisa berjalan lancar, maka diperlukan kemitraan dengan Batalyon Teritorial Pembangunan,” jelasnya.

Ace menegaskan bahwa langkah Kementerian Pertahanan dalam mempercepat pembentukan BTP selaras dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita. Ia berharap percepatan pembentukan BTP dapat mempercepat pencapaian program-program unggulan tersebut.

Baca juga: Leo/Daniel Kandas di Malaysia Masters 2026 Usai Juara Thailand

“Dengan mempercepat proses pembentukan BTP, kita harapkan tentu akan semakin mempercepat capaian-capaian Asta Cita, terutama dalam konteks ketahanan pangan dan juga menjaga keamanan di negara kita bisa betul-betul diwujudkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ace menekankan bahwa ketahanan nasional yang kokoh hanya dapat tercapai jika situasi keamanan dalam keadaan kondusif. Kehadiran BTP diharapkan mampu mengakselerasi target-target nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Karena salah satu prasyarat bagi ketahanan nasional, saya kira juga adalah bagaimana kita menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif. Ditambah lagi dengan bagaimana mendorong program prioritas Bapak Presiden seperti ketahanan pangan agar bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti dampak ketiadaan pasukan militer di tingkat kabupaten yang berpotensi memunculkan maraknya aksi begal dan kriminalitas. Hal ini menjadi alasan kuat pemerintah untuk membentuk 750 batalion baru hingga tahun 2029.

“Apa yang kita lihat sebelum ada Batalyon Teritorial Pembangunan? Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal dan kriminalitas itu sangat besar,” jelasnya.

Sjafrie menambahkan bahwa setelah TNI menempatkan batalion dan membangun pangkalan di daerah yang terdampak, angka begal dan kriminalitas seketika menurun lebih dari 50 persen di wilayah tersebut.

“Tugas Batalyon Teritorial Pembangunan adalah melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan,” pungkasnya.