KabarDermayu.com – Hercules, yang nama aslinya Rosario de Marshall, kembali menjadi sorotan publik setelah dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) pada Minggu, 12 Juli 2026. Jabatan ini menambah daftar panjang posisinya sebagai Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
Di tengah perhatian terhadap kiprah terbarunya, perjalanan hidup Hercules, terutama keputusannya menjadi mualaf, kembali banyak diperbincangkan. Momen tersebut disebut-sebut sebagai salah satu titik balik terbesar dalam hidupnya.
Sosok Hercules memang memiliki riwayat hidup yang sangat dinamis. Sebelum aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan kerap hadir dalam acara keagamaan, namanya lebih dulu dikenal sebagai salah satu tokoh paling disegani di dunia bawah tanah Jakarta pada era 1980-an hingga 1990-an.
Keputusan memeluk agama Islam pada tahun 2010 menjadi awal perubahan besar yang secara fundamental mengubah arah kehidupannya hingga kini. Berikut adalah kisah lengkapnya, sebagaimana dihimpun pada Kamis, 16 Juli 2026.
Hercules Memutuskan Menjadi Mualaf
Kisah Hercules yang memutuskan menjadi mualaf pernah diungkapkan oleh sang istri, Nia Dania. Menurut Nia, keputusan tersebut murni datang dari keinginan Hercules sendiri. Awalnya, Nia sempat terkejut karena tidak menyangka suaminya benar-benar serius dengan keinginannya tersebut.
Nia mengungkapkan bahwa Hercules meminta untuk didaftarkan menjadi mualaf hanya dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Meskipun lupa tanggal pastinya, Nia masih ingat betul bagaimana suaminya berulang kali mendesak agar keinginannya segera diurus.
“Sudah sangat lama beliau memutuskan untuk menjadi mualaf. Saya lupa takut salah. Pada saat itu dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri beliau (Hercules) itu berbicara minta didaftarkan untuk menjadi mualaf,” kata Nia Dania, dikutip dari kanal YouTube Satgasus Channel.
Awalnya, Nia menganggap permintaan tersebut hanya sekadar ucapan sesaat. Namun, pada hari berikutnya, Hercules kembali menanyakan apakah proses pendaftaran sudah dilakukan.
“Tapi sampai berikutnya lagi, besoknya lagi, dia nanya ‘udah diurusin belum?’. Baru saya bilang ‘emang yakin? sudah benar gitu kan?’. Tapi beliau yakin. Kurang lebih sudah 11 tahun (jadi mualaf),” ujarnya saat wawancara beberapa tahun lalu.
Menurut Nia, Hercules kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid di Indramayu, Jawa Barat. Ia juga memastikan bahwa suaminya memiliki sertifikat sebagai mualaf.
Nia menilai perubahan pada suaminya tidak hanya terlihat dari status agamanya, tetapi juga dari sikapnya dalam kehidupan sehari-hari. “Menurut saya beliau sudah baik, sangat-sangat baik, dari dulu dari awal baru ketemu sampai sekarang juga beliau baik di mata saya dan anak-anak,” pungkasnya.
Kerap Mendampingi Ulama
Setelah memeluk agama Islam, Hercules mulai lebih sering terlihat bersama sejumlah ulama. Salah satu momen yang sempat menarik perhatian publik terjadi pada tahun 2021, ketika ia mencium tangan Habib Luthfi bin Yahya. Momen tersebut menjadi viral di media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat.
Pada tahun 2023, Hercules juga sempat membagikan kebersamaannya dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat berada di Masjid Nabawi. Penampilannya yang kini lebih sering mengenakan peci dan hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan memberikan kontras yang signifikan dibandingkan citranya di masa lalu.
Dari Penguasa Tanah Abang hingga Aktif di Organisasi
Jauh sebelum dikenal sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan, Hercules merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengaruh kuat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Ainaro, Timor Timur, pada 27 Mei 1968 ini sempat bekerja sebagai portir di TNI Angkatan Darat setelah dibawa ke Jakarta sebagai Tenaga Bantuan Operasional (TBO).
Dari pengalaman tersebut, ia berhasil membangun jaringan yang kemudian membuat namanya dikenal luas sebagai salah satu figur paling disegani di dunia bawah tanah Jakarta pada era 1980-an hingga 1990-an. Perjalanan hidupnya juga diwarnai berbagai persoalan hukum, yang membuatnya beberapa kali keluar masuk penjara.
Seiring berjalannya waktu, Hercules mulai mengarahkan hidupnya ke jalan yang berbeda. Pada tahun 2011, ia mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dan menjabat sebagai Ketua Umum. Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan.
Kini, Hercules kembali mendapatkan amanah baru setelah resmi dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI). Selain aktif di organisasi, ia juga diketahui memiliki sejumlah usaha, mulai dari pasar pribadi di atas lahan seluas sekitar 5,5 hektare hingga usaha di bidang pertanian dan perikanan.
Perjalanan hidup Rosario de Marshall menunjukkan sebuah perubahan yang cukup panjang. Dari sosok yang dahulu identik dengan dunia premanisme di Jakarta, kini Hercules lebih dikenal sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Kisah mualafnya pun menjadi salah satu bagian penting yang kerap disorot ketika membahas transformasi kehidupan pria yang akrab disapa Hercules tersebut.





