Buya Syafii Maarif: Pemikiran Relevan untuk Persatuan Bangsa

oleh -8 Dilihat
Buya Syafii Maarif: Pemikiran Relevan untuk Persatuan Bangsa

KabarDermayu.com – MAARIF Institute menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadaban di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara majemuk saat ini.

Penekanan ini disampaikan melalui rangkaian peringatan hari lahir sekaligus empat tahun wafatnya tokoh bangsa, Ahmad Syafii Maarif, yang akrab disapa Buya Syafii Maarif.

Selama periode Mei hingga Juni 2026, MAARIF Institute menyelenggarakan acara “Bulan Buya” di beberapa daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan pemikiran serta warisan intelektual dari Buya Syafii Maarif.

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, menyatakan bahwa peringatan ini merupakan momen penting untuk kembali menghadirkan gagasan-gagasan Buya Syafii di tengah dinamika kehidupan kebangsaan yang terus berubah.

“Satu momen reflektif yang menyentuh sisi emosional dan intelektual hadirin sebelum memasuki pertunjukan utama adalah sesi membaca ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif,” ujar Andar, seperti dikutip pada Senin, 1 Juni 2026.

Menurut Andar, pemikiran Buya Syafii dinilai masih sangat relevan untuk dijadikan sebagai acuan dalam memperkuat persatuan bangsa. Selain itu, pemikirannya juga penting untuk menjaga kerukunan dalam masyarakat yang beragam.

Salah satu bentuk refleksi yang dilakukan adalah pembacaan kembali kuliah umum yang pernah disampaikan oleh Buya Syafii Maarif. Kuliah umum tersebut disampaikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang pada tanggal 16 Maret 2015.

Gagasan-gagasan dalam kuliah umum tersebut kembali disuarakan agar dapat dipahami dan direnungkan oleh generasi muda saat ini.

Manajer Pelaksana Bulan Buya, Akbar Nicholas, menjelaskan bahwa pemilihan Sumatera Barat sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan rangkaian acara memiliki makna khusus.

Selain merupakan tanah kelahiran Buya Syafii, Sumatera Barat juga dinilai memiliki akar yang kuat dalam tradisi intelektual dan kebudayaan bangsa Indonesia.

“Dipilihnya Ranah Minang sebagai simpul kedua dari rangkaian tiga kota ini membawa pesan mendalam. Agenda pentas budaya yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini bukan sekadar sebuah tontonan semata, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merenung bersama di tengah riuh dan dinamisnya tantangan zaman,” kata Akbar Nicholas.

Ia menambahkan bahwa keteladanan moral dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Buya Syafii perlu terus dihidupkan. Hal ini penting sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa.

Melalui berbagai medium kebudayaan, MAARIF Institute berupaya menyajikan kembali pemikiran Buya Syafii Maarif kepada publik. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nilai toleransi, kemanusiaan, dan keadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Direktur Artistik, Edy Utama, menjelaskan bahwa pemilihan pendekatan seni dan multimedia dilakukan agar gagasan-gagasan Buya Syafii dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Buya Syafii sepanjang hidupnya tidak hanya menjadi catatan sejarah semata.

Nilai-nilai tersebut juga dinilai relevan untuk menjawab berbagai persoalan kebangsaan yang tengah dihadapi oleh Indonesia saat ini.

Melalui rangkaian acara Bulan Buya, MAARIF Institute berharap semangat kebangsaan yang selama ini diperjuangkan oleh Buya Syafii Maarif dapat terus hidup.

Baca juga: Pemuda Pancasila PAC Sukra: Kantor Baru, Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat

Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.