Gerindra Tanggapi Kritik Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo

oleh -5 Dilihat
Gerindra Tanggapi Kritik Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo

KabarDermayu.com – Partai Gerindra melalui juru bicaranya, Bahtra Banong, memberikan tanggapan terkait sorotan publik mengenai frekuensi kunjungan ke luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahtra menjelaskan bahwa masyarakat seharusnya tidak hanya fokus pada aspek biaya perjalanan dinas tersebut. Ia menekankan bahwa kunjungan luar negeri yang dijalani Prabowo membawa sejumlah dampak positif yang signifikan bagi Indonesia.

“Yang harus dihitung bukan hanya biaya, tetapi juga manfaatnya,” ujar Bahtra saat dihubungi tvOnenews.com pada hari Senin, 1 Juni 2026.

Ia memahami sepenuhnya kebutuhan publik akan transparansi terkait setiap perjalanan dinas yang diemban oleh seorang presiden. Namun, Bahtra juga mengingatkan bahwa penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa setiap kunjungan Prabowo ke luar negeri sering kali membawa keuntungan nyata bagi Indonesia.

“Publik berhak meminta transparansi atas setiap kunjungan luar negeri Presiden. Namun ukuran yang objektif bukan hanya biaya yang dikeluarkan, melainkan manfaat yang diperoleh negara,” tegasnya.

Bahtra menambahkan bahwa apabila kunjungan tersebut berhasil mendatangkan investasi baru, membuka akses pasar yang lebih luas, menciptakan peluang kerja bagi masyarakat, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional, maka hal tersebut patut dipandang sebagai sebuah investasi strategis bagi kemajuan bangsa.

Menurut Bahtra, fokus perhatian masyarakat seharusnya tertuju pada hasil konkret yang diperoleh dari setiap pertemuan bilateral yang dijalin oleh presiden.

“Fokus pada hasil, bukan frekuensi perjalanan. Karena itu, yang perlu menjadi perhatian bukan seberapa sering Presiden melakukan kunjungan luar negeri, melainkan seberapa besar manfaat yang dibawa pulang untuk rakyat Indonesia,” jelasnya lebih lanjut.

Ia juga menyatakan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Prabowo merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempertegas dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika persaingan global yang kian hari semakin ketat.

Baca juga: Buya Syafii Maarif: Pemikiran Relevan untuk Persatuan Bangsa

tvOnenews/Syifa Aulia